Masyarakat Dilayani SPBU Sampai Malam, Dampak Penghematan BBM

Masyarakat Dilayani SPBU Sampai Malam, Dampak Penghematan BBM

Kondisi SPBU masih beroperasi melayani masyarakat untuk mengisi BBM-Fahmi-radarbengkulu

radarbengkuluonline.id, Manna  - Kebijakan pemerintah terkait penghematan penggunaan Bahan Bakar Minyak(BBM) berdampak luar biasa. Saat ini di tiga titik Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Bengkulu Selatan, dalam beberapa minggu yang lalu masyarakat dilayani oleh pihak SPBU sampai malam, akibat dampak dari penghematan BBM.

Biasanya antrean ini tidak sempat sampai sore hari, bahkan tengah haripun stok BBM di SPBU sudah habis.

BACA JUGA:Kerja Nyata, Satnarkoba Polres Bengkulu Selatan Buru Penyalahgunaan Narkotika



Tampaknya upaya pemerintah dalam menekan konsumsi (BBM) sudah mulai menjadi perhatian masyarakat. Terlihat, kondisi di lapangan sampai malam haripun sekitar jam 21.00 pelayan pengisian BBM.masih dilakukan oleh petugas SPBU efek kebijakan hemat BBM, khususnya jenis subsidi seperti Pertalite.

Saat ini untuk konsumsi BBM menunjukkan penurunan yang cukup mencolok dalam beberapa waktu terakhir. Indikasi ini terlihat dari data penjualan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang mengalami perubahan pola konsumsi dibandingkan sebelumnya.

Manager SPBU Ibul, Radius mengungkapkan, kondisi saat ini jauh berbeda dibandingkan beberapa bulan lalu. Ia menyebutkan, sebelumnya sebanyak 16 ton Pertalite yang disalurkan setiap hari hampir selalu habis sebelum siang berakhir. Namun kini, situasi tersebut tidak lagi terjadi.

"Kalau biasanya dari.aktivitas masyarakat pasukan BBM jenis Pertalite sangat cepat diserap masyarakat, bahkan pada siang haripun kita sudah kehabisan stok. Terbukti dari kebijakan penghematan BBM ini perubahan ini dinilai sebagai sinyal awal bahwa kebiasaan masyarakat dalam menggunakan BBM mulai mengalami pergeseran,"ungkap Radius saat di jumpai RADAR BENGKULU di kantornya.

Untuk stok BBM yang dimiliki SPBU tidak ada peningkatan, tetap dengan kuota 8 ton perhari. Memang saat ini penggunaan BBM ditengah masyarakat sedikit menurun. Dampaknya antrean juga tidak panjang. Bahkan, habisnya sampai malam. Palingan antrean mobil sekitar 5 samping 6 mobil yang antre.

Perubahan ini bukan semata faktor distribusi, melainkan lebih kepada perubahan perilaku masyarakat dalam menggunakan bahan bakar.Untuk saat ini masyarakat kini mulai lebih selektif dan efisien dalam konsumsi BBM, seiring dengan gencarnya kampanye penghematan energi yang dilakukan pemerintah.

Berbeda dengan BBM non Subsidi. Semenjak pemerintah melakukan penyesuaian harga sejak 18 April 2026,untuk konsumsinya cukup stabil. Tidak ada perubahan signifikan.Terkait penghematan BBM non subsidi tidak mengurangi aktivitas masyarakat menggunakan BBM non subsidi.

"Stabilnya konsumsi BBM non subsidi sekaligus menunjukkan adanya perbedaan karakteristik antara pengguna BBM subsidi dan non subsidi. Kalau kita lihat di lapangan  pengguna BBM subsidi mulai menunjukkan kecenderungan berhemat,sedangkan pengguna BBM non subsidi relatif mempertahankan pola konsumsi seperti biasa,"pungkas Radius.

 

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait