Jelang Laga Lawan Mesir, AS Izinkan Iran Menetap Lebih Lama

Jelang Laga Lawan Mesir, AS  Izinkan Iran Menetap Lebih Lama

DHS beri kelonggaran aturan perjalanan bagi timnas Iran untuk tiba dua hari lebih awal di AS jelang laga krusial kontra Mesir di Piala Dunia 2026-Tim Redaksi/Ist-radarbengkulu

radarbengkuluonline.id, Jakarta - Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat (DHS) menyatakan akan memberikan kelonggaran bagi timnas Iran di Piala Dunia 2026.

Seperti dikutip dari laman harian disway, Mehdi Taremi dkk boleh tinggal di wilayah AS lebih lama jelang laga terakhir Grup G melawan Mesir,  Sabtu, 27 Juni 2026, pukul 10.00 WIB. Kebijakan itu muncul setelah Iran menghadapi pembatasan ketat selama berada di Amerika Serikat. Hal itu tidak lepas dari ketegangan politik antara dua negara di Timur Tengah.

BACA JUGA:Prabowo: Gaji Guru Sulit Naik Gara-Gara Uang Terus Bocor

Berdasarkan keterangan seorang juru bicara DHS kepada NBC, anggota Timnas Iran kini diizinkan memasuki wilayah AS lebih awal. Sebelumnya, mereka hanya diperbolehkan masuk sekitar 24 jam sebelum pertandingan. Kali ini mereka dapat tiba dua hari sebelum kick-off.

Akan tetapi,  aturan tersebut tetap ketat: tim harus meninggalkan negara itu pada hari yang sama setelah pertandingan selesai. DHS menegaskan bahwa kebijakan ini dibuat dengan alasan keamanan dan pengaturan operasional turnamen. 
Pemerintah menyebut fokus utama adalah memastikan keselamatan tidak hanya di stadion. Tetapi juga di lokasi latihan, kamp tim, dan area sekitar pertandingan.

Pihak DHS juga menekankan bahwa pengaturan itu tidak dimaksudkan untuk mengganggu jalannya kompetisi. Kata mereka, hal itu diterapkan guna menjaga stabilitas keamanan selama event berlangsung. Sebelumnya, Iran sempat berencana mengajukan protes resmi kepada FIFA terkait pembatasan yang mereka anggap berasal dari penyelenggara turnamen. Situasi tersebut menambah ketegangan di tengah partisipasi mereka di ajang global tersebut.


Dampak Bagi Timnas Iran
Dengan kebijakan perjalanan yang terbatas berdampak langsung pada persiapan tim Iran, terutama dalam hal pemulihan fisik pemain. Dengan jadwal yang mengharuskan mereka segera meninggalkan Amerika Serikat setelah pertandingan, waktu istirahat dan recovery menjadi sangat minim. Kondisi itu dinilai merugikan dibandingkan tim lain yang dapat menetap lebih lama.

Iran sendiri dilarang membuat basecamp di AS. Mereka harus menjalani persiapan di Meksiko sebelum turnamen dimulai, padahal semua pertandingan Grup G digeber di AS. Mereka hanya bisa masuk wilayah Donald Trump 24 jam sebelum match.   Dalam dua pertandingan awal, mereka juga diwajibkan langsung kembali ke Meksiko. Hal itu semakin memperketat ritme perjalanan mereka.

"Kami adalah tim yang paling tertekan di turnamen akibat situasi logistik ini," keluh kepala Iran Amir Ghalenoei. Sementara itu, kapten tim Mehdi Taremi, menggambarkan kondisi persiapan mereka sebagai "bencana". 

Dari segi kompetisi, Iran saat ini memiliki dua hasil imbang dan masih berpeluang lolos ke babak 16 besar jika mampu mengalahkan Mesir. Bahkan, satu hasil seri tambahan bisa membuka peluang mereka untuk melaju. Tergantung hasil pertandingan lain di grup.

Sedangkan di luar lapangan, partisipasi Iran juga berlangsung dalam latar hubungan politik yang memanas antara Amerika Serikat dan Iran. Meskipun kedua negara dilaporkan sedang bernegosiasi untuk meredakan konflik yang telah berlangsung sejak awal tahun. 

 

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: