Terus Berbenah, UNAIR Kembali Jadi Kampus Terbaik Indonesia
Inilah Kampus Universitas Airlangga -Tim Redaksi/Ist-radarbengkulu
radarbengkuluonline.id, Surabaya – Universitas Airlangga (UNAIR) menorehkan prestasi di tingkat internasional. Itu terjadi setelah masuk tiga besar perguruan tinggi terbaik di Indonesia versi QS World University Rankings 2027.
Seperti dikutip dari laman harian disway, kini UNAIR mempertahankan posisi sebagai perguruan tinggi terbaik di Indonesia dalam Times Higher Education (THE) Sustainability Impact Ratings 2026 sekaligus menempati peringkat ke-15 dunia.
BACA JUGA:Timnas Turki Bungkam Amerika Serikat 3-2 di Grup D Piala Dunia 2026
Sedangkan pemeringkatan tersebut mengukur kontribusi perguruan tinggi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) melalui empat aspek utama. Yakni, penelitian (research), tata kelola (stewardship), pengabdian kepada masyarakat (outreach), dan pendidikan (teaching). Untuk tahun ini, sebanyak 1.646 perguruan tinggi dari 116 negara mengikuti pemeringkatan tersebut.
Rektor UNAIR Prof Dr Muhammad Madyan mengatakan, capaian tersebut menjadi bukti konsistensi universitas dalam mengintegrasikan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.
"Universitas tidak hanya berperan sebagai pusat pendidikan dan riset, tetapi juga menjadi akselerator perubahan yang menghadirkan solusi atas berbagai tantangan sosial, ekonomi, dan lingkungan," ujarnya.
Untuk penilaian tersebut, UNAIR mencatat sejumlah capaian membanggakan pada berbagai indikator SDGs. Pada SDG 1 atau pengentasan kemiskinan, UNAIR menempati peringkat pertama di Indonesia dan peringkat kelima dunia. Prestasi itu didukung berbagai program perluasan akses pendidikan melalui beasiswa bagi mahasiswa kurang mampu serta pemberdayaan masyarakat dan pelaku UMKM.
Lalu, di bidang kesehatan atau SDG 3, UNAIR juga menjadi yang terbaik di Indonesia dan menempati peringkat ke-13 dunia. Berbagai program kesehatan masyarakat menjadi penopang capaian tersebut. Mulai dari pendampingan posyandu melalui program Belajar Bersama Komunitas (BBK), edukasi pencegahan stunting, hingga layanan Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga yang melayani masyarakat di wilayah kepulauan.
Untuk kontribusi di bidang riset kesehatan juga diperkuat melalui pengembangan Vaksin Merah Putih (INAVAC) untuk Covid-19 serta berbagai penelitian obat berbahan alam. Pada SDG 6 tentang air bersih dan sanitasi layak, UNAIR menempati peringkat pertama nasional dan ke-11 dunia. Capaian tersebut didukung berbagai program penyediaan akses air bersih, pembangunan sanitasi layak di sejumlah daerah, pengelolaan air berkelanjutan di lingkungan kampus, hingga program pemberdayaan masyarakat bersama Pemerintah Kota Surabaya dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Sedangkan pada aspek aksi terhadap perubahan iklim (SDG 13), UNAIR berada di posisi pertama nasional dan peringkat ke-86 dunia. Berbagai kegiatan seperti Airlangga Forum, Festival Mangrove, kolaborasi dengan berbagai lembaga lingkungan, serta program pengabdian masyarakat menjadi bagian dari upaya mendukung mitigasi perubahan iklim.
Kemudian, UNAIR juga menempati peringkat ke-36 dunia untuk SDG 2 tentang tanpa kelaparan dan SDG 5 mengenai kesetaraan gender. Berbagai program edukasi gizi, pencegahan stunting, ketahanan pangan, pemberdayaan perempuan, hingga kebijakan kampus yang inklusif menjadi bagian dari implementasi kedua indikator tersebut.
Lebih lanjut Prof Madyan menegaskan, keberhasilan ini merupakan hasil kerja bersama seluruh sivitas akademika, alumni, pemerintah, dan mitra yang selama ini mendukung pengembangan kampus. Menurutnya, keberlanjutan telah menjadi bagian dari identitas UNAIR.
"Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab tidak hanya menghasilkan pengetahuan, tetapi juga menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan. Karena itu, UNAIR akan terus memperkuat perannya sebagai motor penggerak pembangunan yang berkelanjutan," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
