Kota Bengkulu Banjir Buah Rambutan

Sabtu 13-02-2021,08:56 WIB
Reporter : radar
Editor : radar

RBO >>> BENGKULU >>>  Rambutan merupakan buah asli khas dari Indonesia. Biasanya musim panen buah rambutan, baik dari lokal Bengkulu ataupun luar Sumatera berlangsung pada penghujung bulan Januari hingga bulan maret. Apabila musimnya telah tiba hampir seluruh penjuru jalan di Kota Bengkulu dihiasi buah rambutan dari pedagang kaki lima maupun yang berkeliling menggunakan kendaraan roda dua dan empat. Seperti jalan Danau, Asahan dan Jalan Cendana.

Aan Purnama alias Aan (23) pedagang buah rambutan keliling kota mengatakan, setiap saat buah rambutan telah sampai pada agen buah pasar minggu, tepatnya Toko Sinar 2, mereka langsung bergegas untuk membeli dari agen tersebut. Karena buah rambutan yang sering dijual dominan berasal dari Pulau Jawa. Yaitu Kota Subang. Mulai dari harga Rp 7.500 / kilogram. Kemudian menjualnya kembali dengan harga Rp 10.000 / kilogram.

"Untuk buah rambutan itu kami beli di agen buah di Pasar Minggu. Biasanya di Sinar 2 dengan harga tujuh ribu lima ratus satu kilonya dan kami jual lagi dengan harga sepuluh ribu per kilonya," ujar Aan kepada radarbengkuluonline.com  kemarin.

Doni Afrizon (23), juga merupakan pedagang rambutan yang berlokasi di Jalan Asahan, dekat gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bengkulu mengungkapkan, dalam memulai berjualan itu tidak pernah menentu. Tapi rutinitasnya mulai dari jam 08:00 - 20:00 WIB setiap harinya. Namun, tergantung juga dengan cuaca dan sedikit banyaknya buah yang akan dijual. Lokasi penjualan tidak tetap. Apabila satu lokasi pembelinya sepi, maka Bentung --begitu Doni Afrizon biasa dipanggil--bergegas mencari tempat lainnya.

" Dalam berjualan kami tidak pernah menentu pak. Biasanya mulai dari pagi sekitar jam delapan kan dan pulangnnya itu sekitar jam delapan juga. Tergantung juga dengan sedikit banyaknya juga sih," ujar Betung.

Jenis rambutan yang dijual oleh para pedagang, yaitu rambutan rapiah. Dimana memiliki rambut agak tebal serta dagingnya yang mudah mengelupas. Bentung juga memaparkan, kendala dalam berjualan rambutan itu terdapat dengan cuaca. Apabila cuaca hujan, rambutan akan mudah membusuk. Sehingga harganya pun relatif diturunkan menjadi 50% dari harga awal. Namun jika cuaca panas, penjualan pun lebih mudah habis. Peminat dari buah rambutan bukan hanya dari masyarakat Kota Bengkulu. Banyak pula berasal dari wisatawan kota lainnya.

" Kendala kami dalam berjualan itu tergantung dengan cuaca bang. Kalau cuaca panas, jualan lebih cepat laku dan habis. Namun kalau hari hujan itu pembelinya sepi. Karena, orang membeli rambutan itu kan untuk sebagai pendingin kan," pungkasnya.(mg-5)

Tags :
Kategori :

Terkait