radarbengkuluonline.com, BENGKULU - Masalah tata kelola industri sawit perlu perhatian ekstra dari seluruh jajaran pemerintah agar petani tidak selalu menjadi korban karena ketergantungan yang akut kepada korporasi kelapa sawit sebab tak memiliki posisi tawar untuk ikut menentukan harga tandan buah segar.
Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Hj Riri Damayanti John Latief mengatakan, ia semakin prihatin dengan tak kunjung membaiknya harga tandan buah segar (TBS) di level petani semenjak penerapan kebijakan larangan ekspor produk turunan sawit. "Kran ekspor CPO dan turunannya sudah dibuka, tapi harga TBS sawit tetap anjlok. Saya minta Kementerian Perdagangan mulai fokus untuk memberesi masalah ini. Antisipasi gejolak yang timbul di kalangan petani, jangan tunggu membesar," kata Hj Riri Damayanti John Latief, Kamis (23/6). Dia menjelaskan, saat harga TBS sawit tak kunjung membaik, petani merupakan pihak yang paling terpukul berikut keluarganya yang harus dibiayai. "Ini soal dapur petani. Mereka sudah mengalami masa sulit selama berbulan-bulan. Sebagai pejabat publik, harusnya seseorang nggak bisa tidur nyenyak sampai persoalan ini selesai. Ini sudah berbulan-bulan lho, belum beres juga, subhallah," tukas Hj Riri Damayanti John Latief. Dewan Penasehat Karang Taruna Provinsi Bengkulu ini meminta kepada pemerintah daerah untuk bertindak lebih kongkrit untuk melakukan pemantauan di lapangan agar harga yang sudah ditetapkan Pemprov Bengkulu benar-benar berjalan efektif. "Tegakkan wibawa pemerintah. Jadilah pembela setia bagi para petani. Tunjukkan bahwa janji-janji manis yang pernah disampaikan benar-benar diwujudkan, paling depan membela petani. Apapun hasilnya nanti terserah Allah, yang jelas petani mau lihat usaha serius pemerintah," ungkapnya. Terlebih, alumni Magister Manajemen Universitas Bengkulu ini menambahkan, belum lama ini Kementerian Keuangan telah menyatakan akan memasukkan hasil penerimaan kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO) ke dalam dana bagi hasil (DBH) yang kemudian akan disalurkan kepada Pemerintah Daerah. "Kata Ibu Menteri Sri Mulyani kalau harga CPO naik pasti kepala daerah sekalian akan mendapatkan sebagian dari hasilnya. Aturannya sudah disahkan. Harapan saya uangnya kembalikan buat petani. Dari petani untuk petani," demikian tutup Hj Riri Damayanti John Latief. Data terhimpun, harga pembelian TBS kelapa sawit oleh sebagian besar pabrik minyak kelapa sawit di Bengkulu terus mengalami penurunan. Misalnya di Kabupaten Mukomuko, harga pembelian TBS kelapa sawit ini turun dua hari berturut-turut pada 21-22 Juni 2022 karena masih terbatasnya penjualan minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) dari daerah ini. (idn)Senator Khawatir Harga TBS Semakin Anjlok
Sabtu 25-06-2022,16:03 WIB
Reporter : radar
Editor : radar
Kategori :
Terkait
Jumat 14-11-2025,18:53 WIB
DPD RI Siap Inisiasi Forum Parlemen Negara-Negara Hutan Tropis
Sabtu 11-10-2025,01:00 WIB
Walikota Sambut Anggota DPD RI di Balai Kota Merah Putih
Selasa 29-07-2025,03:00 WIB
DPD RI Salurkan Aspirasi Lembaga Pendidikan NU di Bengkulu ke Pusat
Sabtu 21-06-2025,00:05 WIB
Kabupaten Seluma Jadi Pilot Project Tumpang Sari Kelapa Sawit
Kamis 30-01-2025,03:00 WIB
Harga TBS Kelapa Sawit di Seluma Merosot
Terpopuler
Minggu 01-02-2026,11:44 WIB
Simulasi Beli Emas Tiap Bulan, Cara Sederhana Menabung Aman untuk Pemula
Minggu 01-02-2026,14:39 WIB
Tips Memilih Emas Digital yang Aman, Pemula Wajib Tahu Sebelum Mulai Investasi
Minggu 01-02-2026,11:39 WIB
7 Tips Praktis Beli Emas untuk Pemula agar Aman dan Tidak Rugi
Minggu 01-02-2026,14:54 WIB
Isu Penjegalan Mencuat Jelang Musda Golkar Kota Bengkulu, Yudi Darmawansyah Pilih Fokus Proses
Minggu 01-02-2026,11:35 WIB
Harga Emas Terus Naik, Cocokkah Jadi Tabungan Aman di Tahun 2026?
Terkini
Minggu 01-02-2026,22:36 WIB
Ustad Ucay Silaturahmi di Kediaman Wakil Gubernur Bengkulu
Minggu 01-02-2026,21:22 WIB
Banyak Warga Berdatangan, Bunga Rafflesia Mekar Sempurna di Liku Sembilan
Minggu 01-02-2026,21:09 WIB
Walikota Bengkulu Ikut Takziah, Serahkan Dokumen 4 in 1 di Jalan Gedang
Minggu 01-02-2026,20:59 WIB
Biar Wajah Kota Bengkulu Makin Kece, Walikota Tertibkan Garis Sempadan Bangunan
Minggu 01-02-2026,20:45 WIB