BENGKULU, RADARBENGKULU.DISWAY.ID - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu diminta serius dalam menyikapi persoalan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis bio solar, yang dewasa ini menimbulkan keresahan ditengah-tengah masyarakat terutama kalangan sopir angkutan. Ini disampaikan Ketua Komisi II DPRD Provinsi Bengkulu, Jonaidi, SP, MM, Selasa (16/7). BACA JUGA:Mahasiswa Papua di Bengkulu Turun ke Jalan Galang Donasi Korban Bencana Alam "Melihat kondisi yang ada sekarang, tidak bisa kita pungkiri jika kuota bio solar di Bengkulu ini tidak mencukupi. Maka dari itu langkah pertama yang harusnya dilakukan Pemprov Bengkulu yakni mengusulkan tambahan kuota ke BPH Migas. Hanya saja jangan sebatas mengusulkan, tetapi bagaimana usulan itu dapat diakomodir," ungkap Jonaidi. BACA JUGA:Ini Dia Data dan Fakta Unik Nama-Nama Kelurahan di Kota Bengkulu (37) Apalagi, lanjut Jonaidi, keterbatasan kuota bio solar di Bengkulu ini yang akhirnya menyebabkan antrean panjang kendaraan di SPBU, faktanya tidak terjadi di daerah lain. "Padahal sama-sama kita ketahui jika mayoritas masyarakat di Bengkulu ekonominya masih tergolong menengah ke bawah. Jadi ini tugas utama Pemprov untuk mengatasi kekurangan kuota ini," tegasnya. BACA JUGA:Destinasi Wisata Bukit Kandis yang Menawan di Benteng Ia menambahkan, karena selisih harga antara bio solar dengan non subsidi ini cukup jauh, secara otomatis menyebabkan jumlah pengguna bio solar ditengah keterbatasan kuota pasti bertambah. Lihat saja di SPBU sekarang ini bukan hanya truk angkutan yang mengantre, tetapi juga kendaraan tergolong mewah malah ikutan antre untuk mendapatkan bio solar. "Di tengah ekonomi yang baru mau bangkit, harga BBM non subsidi harganya malah naik cukup signifikan. Akhirnya pemilik mobil-mobil tergolong mewah yang mungkin selama ini untuk menghindari antrean mampu membeli dexlite, tapi sekarang tidak lagi akibat kenaikan harga ini. Beberapa waktu lalu kita mendengar upaya Pemprov salah satunya penyesuaian ongkos angkut dilakukan, tapi sebatas mana upaya sampai dengan saat ini belum diketahui secara pasti. Padahal kesimpulan dari upaya itu pasti ditunggu para sopir. "Terakhir walaupun ada aturan jika beberapa jenis kendaraan tetap boleh menggunakan bio solar, tapi kekurangan kuota pasti bakal terjadi. Makanya kita minta Pemprov serius dalam mengatasi persoalan ini. Karena, dampaknya sangat besar terhadap perekonomian masyarakat," demikian Jonaidi. (idn)
Pemprov Bengkulu Diminta Serius Sikapi Persoalan Bio Solar
Jumat 19-08-2022,23:47 WIB
Reporter : Iwan
Editor : Yar Azza
Kategori :
Terkait
Selasa 09-06-2026,19:17 WIB
Gedor Stunting dan Kemiskinan, Pemprov Bengkulu Siap Bangun Sentra Komando
Selasa 09-06-2026,19:10 WIB
Rakor dengan BPS, Pemprov Bengkulu Siap Sukseskan Sensus Ekonomi Demi Tekan Pengangguran
Minggu 07-06-2026,17:58 WIB
Pemprov Bengkulu Sambut Hangat Kepulangan Jamaah Haji Kloter 2 Padang
Minggu 07-06-2026,17:52 WIB
Studi Tiru ke Sumbar, Pemprov Bengkulu Matangkan Optimalisasi Pajak Air Permukaan Sektor Sawit
Jumat 05-06-2026,17:20 WIB
Pemprov Bengkulu Bakal Sulap Eks Lahan HGU PT BRI Jadi Fasilitas Umum
Terpopuler
Minggu 16-08-2026,01:00 WIB
Wakil Ketua DPR RI Ungkap Jadwal Fit and Proper Test Calon Gubernur BI
Sabtu 15-08-2026,20:30 WIB
Presiden Kirim 50 Ribu Paket Sembako untuk Korban Gempa NTT, 38 Orang Meninggal
Minggu 16-08-2026,04:00 WIB
Permintaan Sarawak Capai 200 Ribu Ton, Beras Indonesia Mulai Masuk Malaysia
Minggu 16-08-2026,14:13 WIB
Ada Kejutan, Ini Sosok Pembawa Baki Paskibraka Upacara 17 Agustus 2026
Minggu 16-08-2026,14:31 WIB
Wakil Presiden akan Berkantor di IKN Tahun 2026
Terkini
Minggu 16-08-2026,14:31 WIB
Wakil Presiden akan Berkantor di IKN Tahun 2026
Minggu 16-08-2026,14:13 WIB
Ada Kejutan, Ini Sosok Pembawa Baki Paskibraka Upacara 17 Agustus 2026
Minggu 16-08-2026,04:00 WIB
Permintaan Sarawak Capai 200 Ribu Ton, Beras Indonesia Mulai Masuk Malaysia
Minggu 16-08-2026,01:00 WIB
Wakil Ketua DPR RI Ungkap Jadwal Fit and Proper Test Calon Gubernur BI
Sabtu 15-08-2026,20:30 WIB