"Saya contohkan seperti keluarga minang, dapat fasilitas lahan dipinjamkan, dan Ormas batak dibuatkan rumah adat dan Semaku dibuatkan juga sekretariatnya semua dibangun oleh APBD, kenapa KKT tidak bisa, kan seperti itu." ungkapnya.
BACA JUGA:Luar Biasa, Masyarakat Wonoharjo Swadaya Perbaiki Jembatan
Sementara itu Ketua KKT Achmad Syiafril menegaskan Ia meminta kegiatan Tabot yang setiap tahun diselenggarakan agar dikelola oleh pihaknya, lantaran ia menilai selama ini pihaknya hanya menjadi korban. Lantaran jika ada persoalan KKT yang menjadi kambing hitam.
"Kalau ada persoalan kita yang disalahkan tapi kami tidak pernah mendapatkan untung, Itu harus diluruskan, kini kami meminta pinjam pakai itu dari kini kami minta tidak perlu di tambah lagi anggaran itu cukup itu saja dan kami yang mengelolahnya, " tegasnya.
BACA JUGA:Unib Sukses Gelar Pembekalan KKN Tematik OSSOF Periode 99
Syiafril menambahkan, terkait dengan infrastruktur tempat festival tabot diselenggarakan yang saat ini banyak rusak seperti tapak padri dan infrastruktur lainnya.
"Kami menyampaikan Persoalaan infrastruktur yang rusak dan itu sudah disarankan akan diperbaiki melalui dana aspirasi," tutupnya.