Oleh : Dr. H. Mawardi Lubis, M.Pd (Dosen UIN FAS Bengkulu dan Imam Masjid Raya Baitul ‘Izzah Provinsi Bengkulu) Dari : Masjid Jami' Babussalam, Jalan P.Natadirja KM.8 Kelurahan Jalan Gedang Kecamatan Gading Cempaka RADARBENGKULU.DISWAY.ID - Secara konseptual, ajaran Islam terdiri tiga dimensi. yakni Iman, Islam, dan Ihsan. Dimensi Iman terdiri dari enam rukun. Yakni beriman (percaya) kepada Allah SWT, malaikat-malaikatNya, Kitab-kitabNya, Rasul-rasulNya, hari akhirat, serta qadha dan qadar. Dimensi Islam terdiri dari lima rukun, yakni mengucapkan dua kalimat syahadat (syahadatain), mendirikan salat lima waktu dalam sehari semalam, berpuasa pada bulan Ramadan, menunaikan zakat, dan mengerjakan haji. Dimensi Ihsan adalah seseorang beribadah (menyembah) kepada Allah SWT seolah-olah dia melihat Allah SWT, jika dia tidak bisa melihat Allah SWT maka dia merasakan bahwa Allah SWT selalu hadir dan mengawasi dirinya. (HR. Bukhari dan Muslim dari Umar Bin Khaththab RA). Ketika tiga dimensi tersebut di atas (Iman, Islam, dan Ihsan) berbanding lurus (linier) dalam diri seseorang. Artinya, seseorang yang sudah mempunyai keyakinan (Iman), kemudian dia bisa buktikan dengan perbuatannya/ta’at beribadah kepada Allah SWT (Islam) dan memiliki kebagusan dalam berperilaku (Ihsan), bertakwa kepada Allah SWT, serta berakhlak mulia. Namun, kenyataan dalam kehidupan sehari-hari ketiga dimensi ini (Iman, Islam, dan Ihsan) sering kurang linier dalam diri seseorang, sehingga menjadi akar permasalahan bagi kurang suksesnya seseorang dalam meraih kebahagiannya, baik di dunia maupun di akhirat. Begitu juga halnya dengan konsep kehidupan berbangsa dan bernegara. Dimana ada empat dimensi yang menjadi penentu dan memiliki pengaruh yang sangat urgent terhadap kehidupan seseorang dalam berbangsa dan bernegara, yang dikenal dengan empat pilar kebangsaan. Yakni Pancasila, UUD 45, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika. Ketika empat pilar kebangsaan tersebut berada pada posisi linier dalam kehidupan seseorang, maka seseorang akan memiliki banyak kontribusi terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara. Namun sering terjadi sebaliknya, dimana seseorang belum mampu untuk menjadi warga negara yang menjadikan empat pilar kebangsaan sebagai sesuatu yang linier dalam kehidupannya. Berpuasa, Keimanan, dan Kehidupan Berbangsa dan Bernegara sebagaimana dijelaskan diatas, berpuasa di bulan suci Ramadan merupakan salah satu keawajiban dan pertanda (indikator) seseorang disebut sebagai orang yang beriman (mukmin/mukminat), yang akan mengantarkan dia menjadi pribadi yang bertakwa kepada Allah SWT (ikhlas dalam melaksanakan segala perintah Allah Swt dan menjauhi laranganNya). (Q.S : 2, al-Baaqarah, ayat 183). Oleh karena itu, ketika seorang mukmin/mukminat menjalankan ibadah puasa, dia dituntut untuk mengikuti aturan Allah SWT dan Rasulullah SAW. Orang yang berpuasa wajib memenuhi syarat, rukun, dan menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa serta termasuk menjaga diri hal-hal yang bisa merusak pahala puasanya atau memelihara lidah dan anggota badannya dari semua kekejian dan pelanggaran-pelanggaran. Seperti, tidak boleh berkata kotor, marah-marah. (HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah). Tidak boleh berbohong, ghibah (membicarakan orang lain), adu domba, sumpah palsu, dan melihat lawan jenis dengan syahwat (nafsu) (Hadits dari Anas bin Malik). Artinya, Orang yang berpuasa adalah orang yang berusaha melatih, mendidik, dan membiasakan dirinya untuk berprilaku terpuji/mulia (al-akhlaq al- madzmumah/al-karimah). Oleh karena itu, orang yang berpuasa memiliki peluang besar untuk menjadi warga negara yang baik, yang dapat memberikan kontribusi atau manfaat yang luar biasa bagi kehidupan berbangsa dan bernegara dalam rangka menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, UUD 45, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Artinya, menjadi warga negara baik harus selalu berusaha membaguskan dan menjaga hubungannya kepada Allah SWT (hablumminallah), selalu baik kepada sesama manusia (toleran, dll) (hablumminannaas) (Q.S : Ali Imran, ayat 112), dan juga selalu baik dan menjaga ekosistem dan keseimbangan lingkungan sekitarnya (hablumminal’alam) (Q.S : 30, Ar- Ruum, ayat 41). Demikian khutbah singkat ini, semoga bermanfa’at bagi kita semua. Amin ya Rabbal ‘alamin.(cae-1)
Berpuasa, Keimanan, dan Kehidupan Berbangsa dan Bernegara
Jumat 31-03-2023,05:57 WIB
Reporter : Adam
Editor : Yar Azza
Tags : #serta qadha dan qadar
#secara konseptual
#rasul-rasulnya
#malaikat-malaikatnya
#kitab-kitabnya
#islam
#iman
#hari akhirat
#dimensi iman terdiri dari enam rukun
#dan ihsan
#beriman (percaya) kepada allah swt
#ajaran islam terdiri tiga dimensi
Kategori :
Terkait
Jumat 27-02-2026,00:04 WIB
Ramadan sebagai Madrasah Iman
Jumat 07-11-2025,00:03 WIB
Mensyukuri Nikmat Islam
Jumat 08-08-2025,02:30 WIB
Kewajiban Umat Islam
Senin 10-03-2025,08:00 WIB
Mau Tahu, Hukum Tidak Membayar Utang Puasa Ramadhan dalam Islam
Jumat 04-10-2024,07:56 WIB
Toleransi dalam Agama Islam
Terpopuler
Minggu 12-04-2026,08:13 WIB
Jadi Ketua Dewan Penasehat DPP Ikatan Keluarga Minang, Sultan: Harus Kompak Dan Berdampak
Minggu 12-04-2026,06:00 WIB
Hadapi Gejolak Energi Dunia, Pertamina Terapkan Lima Strategi Ini
Minggu 12-04-2026,05:00 WIB
APBD Mukomuko Tahun 2026 Fokus untuk Percepatan Pengentasan Kemiskinan dan Stunting
Minggu 12-04-2026,04:00 WIB
Keren! Kota Bengkulu Incar Target 98 Persen Warga Tercover BPJS Kesehatan
Minggu 12-04-2026,11:22 WIB
Persyaratan Belum Bisa Diterima, Amerika – Iran Gagal Capai Kesepakatan di Pakistan
Terkini
Senin 13-04-2026,03:00 WIB
Agar Tidak Muncul Lagi, Ini Cara Ampuh Atasi Tembok Lembab dan Berjamur
Senin 13-04-2026,02:00 WIB
Ini Cara Praktis dan Mudah Tanam Cabai di Botol Bekas
Senin 13-04-2026,01:00 WIB
Kunjungi Ponpes Darussalam Tegal Rejo, Wagub Mian Dorong Kemandirian Santri
Minggu 12-04-2026,18:30 WIB
Kunjungi Ditjen Perikanan Budidaya KKP RI, Sekda Kaur Dorong Potensi Budidaya Lobster Laut di Kaur
Minggu 12-04-2026,18:26 WIB