Cerita Bujang Bekurung (Karya Siti Mutmainah)

Rabu 27-09-2023,00:44 WIB
Reporter : radar
Editor : radar

Karena tidak tega malihat Putri Buli yang tidur diluar akhirnya Hitam Manis memutuskan untuk menemani Putri Buli untuk tidur disana. Tengah malam telah tiba langit hitam dihiasi bintang bintang dan bulan sabit terlihat jelas oleh Putri Buli yang tidur diatas teras yang sangat dingin, Putri Buli tidak mempermasalahkan sedikitpun tentang ini tapi berbeda dengan Kembang Manik dia terus menangis karena kelaparan dan kedinginan, “setelah pulang dari sini kita akan pulang kerumah nenek, disana mereka mempunyai kamar yang lebih nyaman untuk kamu tidur, makanan yang lebih enak untuk kamu makan dan langit yang jauh lebih indah dari pada yang kamu lihat saat ini, jadi berhentilah menangis kita punya yang lebih dari ini” ujar Putri Buli menenangkan anaknya.

Hitam Manis yang dari tadi hannya pura pura tidurpun mendengar percakapan ibu dan anak itu, setelah pulang dari istana Pulau Seberag itu Hitam Manis berbicara pada Raja dan Permaisuri soal apa yang dia dengar disana. “Putri Buli apakah kamu benar masih memiliki tempat untuk pulang didaerah asalmu?” tanya Raja untuk memastikan.

Putri Buli yang kaget dengan pertanyaan Raja hanya bisa menunduk kan kepalanya dan mengangguk pelah. “kalau begitu besok pagi kita akan siap siap untuk berangkat kesana” ujar Bujang Bekurung yang ikut mendengar percakapan Raja dan Putri Buli.

“jika kalian ingin kesana, maka harus menyiapkan 40 perempuan yang belum menikah, 40 laki laki yang belum menikah, 40 laki laki yang sudah menikah, dan 40 perempuan yang sudah menikah” jelas Putri Buli. Untuk seorang Raja mencari orang orang yang seperti disebutkan Putri Buli bukanlah perkara yang sulit. Cukup satu hari bagi Raja untuk mengumpulakan orang

orang itu.

Keesokakn harinya Putri Buli beserta ankanya, Hitam Manis dan Bujang Bekurung siap berangkat. Dan Karena merasa penasaran dengan rumah orang tua Putri Buli yang katanya jauh lebih besar dari pada istana seberang pulau, Putri Dayu Putih dan Panau

Jarangpun ikut serta dengan rombongan itu. Perjalanan mereka tempuh tidak lah mudah, mereka melalui hutan hutan yang rimbun padang padang rumput yang luas. Setelah perjalanan yang cukup panjang akhirnya sampailah mereka dihutan cecap ening. “dimanakah istana yang kamu bilang besar dan megah itu?, disini hanyalah sebuah hutan yang menyerakan” ejek Panau

Jarang yang disambut gelak tawa oleh Putri Dayu Putih dan beberapa warga yag ikut dalam perjalanan.

“tunggu sembentar disini aku akan kesana sebentar” ujar Putri Buli lalu mengajak anaknya kearah pohon yang sangat besar yang terlihat sudah tidak memiliki satu helai daun pun disetiap ranting rantingnya.

“ayah ibu aku sudah melaksanakan perintah kalian, aku sudah menikah dan memiliki seorang putri, tolong izinkan aku untuk kembali kekayangan, aku membawa banyak keluarga baruku” ujar Putri Buli setengah berteriak sambil melihat kerah langit yang berwarna biru yang sangat indah. Tak lama setelah Putri Buli mengucapkan itu, munculah pelangi yang sangat indah, Hitam Manis yang sebenarnya dari tadi mengintip dari kejauh apa yang sedang dilakukan Putri Buli kembali kerombongan dan memanggil mereka untuk melihat keajaiban yang baru saja dilihatnnya.

“palangi ini akan mengantar kalian kekayangan, tempatku berasal” jelas Putri Buli.Karena merasa sangat penasaran akhirnya Panau Jarang berjalan kearah pelangi itu lebih dulu, namun sayang pelangi itu amat licin yang membuat Panau Jarang langsung tergelincir, semua orang mencoba untuk menaiki pelangi itu namun tidak satupun diantara mereka yang berhasil menaikinya.

“kalian tidak akan bisa menaiki itu, aku akan memasukan kalian kebotol ini dan aku akan membawa kalian naik kesana” ujar Putri Buli lalu memasukan mereka kebotol dengan mengubah mereka butiran butiran pasir. Lalu Putri Buli dan anaknya naik kekayagan melalui tangga pelangi itu dengan sangat mudah, setelah sampai Putri Buli pun mengembalikn mereka kebentuk semula.

Semua orang disana terkejut setelah melihat sebuah istana yang sangat besar dan megah yang setiap sisinya terbuat dari mas yang sagat berkilau. Saat berada digerbang istana tersebut mereka disambut dengan beberapa wanita, mereka memasangkan kalung bunga yang sangat indah dan harum. Mereka semua disambut dengan sangat meria, seperti halnya menyambut tamu yang sangat terhormat. Mereka disuguhi dengan makanan terbaik yang pernah mereka makan dan kamar yang luas serta sangat mewah. Semua orang tidak berhenti tergagum kagum dengan kemewahan yang mereka dapatkan disana.

Setelaah menikmati banyak keindahan disana akhirnya Putri Buli pamit untuk pulang kebumi bersama rombongan yang ia bawa, “ajaklah orang ornag itu pergi keladang yang ada dibelakang istana, suruh mereka mengambil apapun yang ada disana sebanyak yang mereka mau” perintah ayah Putri Buli kepada Putri Buli. Putri Buli pun mengajak semua orang untuk pergi keladang, ladang itu terlihat seperti ladang pada umumnya tidak ada hal yang spesial disana, hanya ada tanaman rempah rempahan dan pohon pisang. “merek amemiliki istana yang sangat megah dengan emas yang berlimpah dan mereka hanya mengizinkan kita membawa rempah rempah ini untuk dibawa pulang” ujar Putri Dayu Putih kesal.

“ambillah sebayak yang kalian mau” ujar Putri Buli .Tampa pikir panjang Hitam Manispun mengambi banyak rempah rempah, pisang, dan beberapa lembar daun pisang. “kenapa kalian hanya diam, ayo ambillah” ajak

Hitam Manis saat melihat semua orang hanya diam menatapnya dengan heran.

Kategori :