“hahh buat apa kita membawa itu, semua orang menanam ini diladangnya masing
masing” tolak Panau Jarang.
“setidaknya ambil lah satu bongkahan dari kunyit atau jahe itu, kalian akan menyesal jika tidak mengambilnya” ujar Putri Buli. Akhirnya semua orang memutuskan hanya mengambil masing masing satu bingkahan dari rempah itu dan membalutnya dengan daun pisang dengan ukuran kecil. Setelah selesai dari ladang Putri Buli mengajak mereka pulang. Namun berbeda dengan saat mereka pergi kesana, kali ini mereka hanya perlu melewati gerbang besar istana tersebut sambil menutup mata, saat mereka membuka mata, mereka sudah kembali kehalaman istana. Namun betapa kagetnya mereka saat melihat rempah yang mereka ambil di isatana kayangan berubah menjadi bongkahan intan dan berlian sedangkan buah pisang menjadi emas batangan dan daun pisang menjadi kain sutra yang sangat indah. Semua orang merasa sangat keheranan melihat keajaiban yang baru
saja terjadi dihadapan mereka.
“bagaimana bisa rempah rempah itu berumah menjadi permata?” ujar Putri Dayu Putih keheranan, semua orang merasa menyesal hanya mengambil satu bongkahan saja, sedagkan Hitam Manis merasa kegirangan karena membawa rempah rempah dan buah
pisang itu dengan jumlah yang sangat banyak. Setelah pulang dari kayangan Putri Dayu Putih merasa sangat malu karena pernah memperlakukan Putri Buli dengan sangat buruk, dia bahkan tidak sanggup muncul dihadapan Putri Buli lagi. Akhirnya karena sudah merasa sangat tidak betah Putri Dayu Putih meminta Bujang Bekurung untuk menghantar dia dan anaknya untuk pulang ke istana pulau seberang.
TAMAT
Biodata Penulis
Nama : Siti Mutmainah
Nama pena : Adle Ruhe
Umur : 17 tahun
Latar pendidikan : Siswi dari SMA Negeri 6 Bengkulu Selatan
Nama orang tua : Indarmawan, S.Hut
Instagram : @sitimtmyh_
Email : adleruhe@gmail.com