Kisah Pemuka Adat Mukomuko Pernah Menjadi Sopir Bung Karno

Sabtu 21-10-2023,03:00 WIB
Reporter : seno
Editor : radarbengkulu

Sukarno dan 3 orang lain dibawa oleh empat Polisi Belanda menggunakan mobil pickup. Dari 11 malam perjalanan sampai pukul 5 sore esoknya, rombongan Bung Karno yang sudah kelelahan tiba di Mukomuko. Beristirahat dan bermalam 10 jam di Mukomuko. 

 

Pada pukul 3 dini hari, rombongan Sukarno sudah harus bergerak lagi menuju Padang. Kendaraan yang semula mobil pickup, berganti gerobak sapi atau pedati. 

BACA JUGA:Mengenang Perjuangan Pahlawan, Fatmawati Menjahit Bendera Merah-Putih di Balai Daerah Mukomuko

Menurut cerita turun temurun masyarakat Mukomuko, gerobak sapi yang ditumpangi Sukarno dari Mukomuko menuju Tapan adalah milik seorang pemuka adat bernama Samad. 

 

Samad pula yang menjadi pengendali alias sopir gerobak sapi yang ditumpangi "Putra Sang Fajar" itu. Hal ini dikemukakan seorang pensiunan PNS Mukomuko, Amiruddin yang cukup mencintai sejarah Mukomuko. 

 

Menurut Amiruddin, seperti dikutip dari arsip radarbengkuluonline, di rumah Samad pula rombongan Bung Karno bermalam dan beristirahat dari pelarian itu. 

 

Pak Samad kala itu merupakan orang cukup terpandang, bukan saja ekonominya yang lumayan baik dibuktikan ia memiliki gerobak sapi, tapi Samad juga pemuka adat, Ughang Tuo Kaum Enam Dihili. 

 

Rumah Samad yang dimaksud dalam cerita beralamat di Pasar Gedang, atau sekarang Kelurahan Pasar Mukomuko. Saat ini, kisaran Mesjid Jamik hingga Kantor Camat Kota Mukomuko. 

 

"Cerita ini kami dapat secara turun menurun. Almarhum Samad bawa gerobak ngantar Pak Karno sampai Tapan. Keturunan Pak Samad itu, namanya Darwis, biasanya dipanggil Wih Bengke," demikian Amiruddin berkisah. 

BACA JUGA:Kisah Masa Kecil Fatmawati Anak Tokoh Muhammadiyah di Bengkulu

Kategori :