4. Sangat Takut Dengan Azab Neraka
Hal ini sebagaimana disebutkan oleh Allah SWT dalam Al-Qur'an yang artinya : "Dan orang-orang yang berkata, "Ya Tuhan kami, jauhkanlah azab Jahanam dari kami… ".
Ayat ini menjelaskan kendati akhlak para “Ibadurrahman” terhadap sesama makhluk demikian terpuji, dan ibadah mereka kepada Allah demikian tulus dan baik, namun mereka masih merasa takut terhadap azab neraka. Sikap takut ini tentu saja diimbangi dengan selalu mawas diri dan waspada agar jangan jatuh dalam dosa.
Kebanyakan orang lupa dengan dahsyatnya siksa neraka akibat sibuknya urusan dunia. Bahkan orang sholeh dan rajin ibadah dapat berbalik menjadi orang yang jahat akibat terbuai dengan kenikmatan dunia.
Oleh karena itu, para ibadurrahman akan selalu merasa takut dengan azab neraka, sehingga ia senantiasa waspada dalam menjaga ketaatan dan menjauhi kemaksiaatan.
5. Bijaksana Dalam Membelanjakan Harta
Menurut tafsir Ibnu Katsir, kata ‘Ibadurrahman” memiliki karakterisitik hamba-hamba Allah SWT sebagaimana disebutkan dalam firman Allah Ayat 67 yang artinya :
"Dan mereka yang apabila menginfakkan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah diantara keduanya".
Maksud ayat ini adalah bahwa para ibadurrahman bukanlah orang-orang yang boros dalam menghabiskan harta dengan membelanjakannya secara berlebihan di luar kebutuhan, namun tidak pula kikir, sehingga menyebabkan hak orang lain yang membutuhkan tidak terpenuhi.
Mereka selalu bijaksana dalam membelanjakan harta sesuai anjuran agama.(*)