“Maka ketika mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun Membukakan semua pintu (kesenangan) untuk mereka. Sehingga ketika mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami Siksa mereka secara tiba-tiba, maka ketika itu mereka terdiam putus asa.”
QS. Al-A’raf ayat 182
وَالَّذِينَ كَذَّبُواْ بِآيَاتِنَا سَنَسْتَدْرِجُهُم مِّنْ حَيْثُ لاَ يَعْلَمُونَ --
“Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, akan Kami Biarkan mereka berangsur-angsur (ke arah kebinasaan), dengan cara yang tidak mereka ketahui.”
إِذَا رَأَيْتَ الله َيُعْطِى الْعَبْدَ مِنَ الدُّنْيَا مَا يُحِبُّ وَهُوَ مُقِيْمٌ عَلَى مَعَاصِيْهِ فَإِنَّمَا ذَالِكَ مِنْهُ اِسْتِدْرَاجٌ (رواه أحمد والطبرانى والبيهقى)
“Apabila kamu melihat Allah memberikan kepada seorang hamba kenikmatan dunia yang disukainya, sementara ia tetap bermaksiat kepadanya, maka itu adalah istidrāj ) (pembiaran).” (Riwayat Aḥmad, aṭ-Ṭabrani dan al-Baihaqī)
Hadirin sidang Jum’at Rahimakumullah
Dari beberapa dalil baik dari al-Qur’an maupun al-Hadits, kitab isa memahami diantaranya:
1. Allah akan tetap memberikan kesenangan dan kebahagiaan hidup bagi orang-orang yang senang maksiat dan masih ingkar kepada Allah SWT tapi sifatnya sementara.
Karena setelah mereka menikmati kegembiraan tersebut ternyata Allah akan menyiksa mereka secara tiba-tiba tanpa diduga – duga oleh mereka, saat itulah mereka merasa berputus asa.