Sejarah Kurban Berawal dari Ketaatan Nabi Ibrahim AS

Jumat 02-05-2025,00:05 WIB
Reporter : Adam
Editor : Azmaliar Zaros

Jamaah Salat Jumat yang Dimuliakan Allah Swt

''Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: "Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu!"

Ismail menjawab yang artinya: Ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; in shaa Allah  kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar". (QS. As-Safat: 102.

 

Mendengar jawaban bijak Ismail kecil, Nabi Ibrahim AS cibuat semakin sedih dan tak kuasa menahan tangis. Karena, bagaimanapun ia adalah putranya yang paling disayangi. 

Setelah keduanya sepakat melakukan penyembelihan, Nabi Ibrahim AS membawa Ismail ke Mina dan membaringkan diatas pelipisnya.

Wahai ayahku! kencangkanlah ikatanku agar aku tidak lagi bergerak, singsingkanlah bajumu agar darah itu tidak mengotori, jika nanti ibu melihat bercak darah itu niscaya ia akan  bersedih. Percepatkan gerakan pisau itu dari leherku, agar terasa lebih ringan bagiku, karena kematian itu sungguh lebih dahsyat. Apabila engkau telah kembali maka sampaikanlah salam kasihku kepadanya. (Syekh Muhammad Sayyi Ath Thanthawi, Tafsir Al Wasith.) Sungguh sebaik-baiknya pertolongan adalah engkau wahai anakku dalam menjalankan perintah Allah.

Pada Saat Nabi Ibrahm AS ikhlas, pisau paling tajam yang digunakan itu tidak mempan untuk menyembelih leher Ismail. Berkali- kali pisau itu sepertí tumpul bahkan tidak meninggalkan bekas apapun di leher Ismail yang halus dan lembut.

Dalam keadaan tersebut Allah SWT, memberikan pertolongan sebagai bukti keajaiban itu ada dalam Al-Qur'an yang artinya:

 

“Lalu kami panggil dia, wahai lbrahim! sungguh, demikianlah kami memberi balasan  kepada orang yang berbuat baik, sungguh ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar. Kami abadikan untuk Ibrahim (Pujian) di kalangan orang-orang yang datang kemudian.'' (As-Safat: 104-108).

 

Jamaah Salat Jumat yang Dimuliakan Allah Swt

Dari peristiwa ini, terbukti bahwa nabi Ibrahim dan putranya Ismail adalah sosok yang sangat taat kepada Allah. Oleh karenanya Allah tidak menghendaki penyembelihan itu terjadi, bahkan melarangnya dan mengganti kurban dengan seekor kambing.

 

Peristiwa penyembelihan nabi Ismail yang kemudian digantikan menjadi hewan domba oleh Allah SWT, itulah yang menjadi sejarah ibadah kurban di hari Raya Idul Adha.

Kategori :