“Tiba-tiba suami saya bangunin, katanya gempa. Anak saya langsung digendong keluar karena nggak bangun juga,” ujar Indah.
Bagian plafon dan dinding atas ruang tamu rumahnya roboh. “Kenceng banget goyangannya. Saya sampai gemetar,” imbuhnya.
Selain rumah Indah, ada tiga rumah lain di perumahan yang sama mengalami kerusakan ringan. Mayoritas berupa retak-retak di dinding dan plafon yang ambrol.
Gempa ini juga dirasakan cukup kuat di beberapa daerah lain seperti Empat Lawang, Kepahiang, Rejang Lebong, Tais, hingga Lubuk Linggau. Menurut BMKG, intensitas guncangan di Bengkulu dan Empat Lawang masuk kategori IV-V MMI—artinya getaran dirasakan hampir semua orang, benda ringan pun bergoyang.
Kepala BMKG menjelaskan, gempa kali ini tergolong gempa menengah, dan merupakan akibat aktivitas deformasi batuan dalam lempeng (intraslab). Analisis menunjukkan mekanisme gempa adalah pergerakan naik atau thrust fault.
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing isu hoaks. Masyarakat diingatkan untuk menjauhi bangunan yang mengalami kerusakan, serta memeriksa kembali kondisi rumah mereka.
“Pastikan tidak ada retakan serius yang membahayakan bangunan. Kalau ada, segera keluar dan cari tempat aman,” imbau BMKG dalam keterangan resminya.
Sampai berita ini ditulis, belum ada laporan korban jiwa maupun luka-luka. Namun warga diminta tetap siaga menghadapi kemungkinan gempa susulan. (Wij