“Kalau terus dibiarkan, akan makin banyak Pertashop yang tutup. Artinya, masyarakat makin sulit mendapatkan BBM berkualitas, terutama di daerah non-SPBU,” katanya.
Ia menambahkan, tujuan awal pendirian Pertashop adalah untuk memperluas akses BBM ke daerah terpencil. Tetapi tanpa dukungan distribusi yang memadai, tujuan itu akan sia-sia.
“Kita tidak bicara bisnis semata. Ini tentang layanan publik. Pertamina adalah BUMN, bukan perusahaan swasta biasa,” tegasnya.
Kondisi ini mencerminkan lemahnya manajemen distribusi energi di tingkat lokal. Padahal pemerintah pusat telah menaruh perhatian besar pada pemerataan energi, termasuk melalui program One Price Fuel dan perluasan jaringan Pertashop ke desa-desa. (wij)