radarbengkuluonline.id, Batik Nau - Pemdes Pagar Ruyung, Kecamatan Batik Nau, Kabupaten Bengkulu Utara yang dipimpin oleh Kepala Desa (Kades) Agung Hartodi sukses menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa (DD) tahun anggaran 2025.
Penyaluran BLT DD tahap pertama ini disalurkan oleh Pemdes setempat setelah melakukan pencairan Dana Desa (DD) tahun anggaran 2025 tahap 1 bertempat di Kantor Desa setempat pada Senin (16/06/2025). Acara ini dihadiri oleh Kades beserta jajaran Pemdes, BPD, Camat, Sekcam, Kasi PMD, Kasi Pemerintahan, Pendamping Desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, tokoh masyarakat dan kelembagaan desa beserta KPM BLT DD.
BACA JUGA:Pimpin Rapat Hari Ulang Tahun Bengkulu Utara, Bupati Minta Semua Sektor Untuk Laporkan Progres
Kepala Desa Pagar Ruyung, Agung Hartodi dalam kesempatan ini menyampaikan permohonan maafnya kepada masyarakat Desa Pagar Ruyung, terutama KPM BLT DD serta kelembagaan desa atas keterlambatan penyaluran BLT dan Honor kelembagaan.
"Alhamdulillah hari ini telah kita salurkan BLT DD untuk 6 KPM yang diperuntukkan bulan Januari hingga Juni 2025 dengan nominal 1.800.000,- untuk masing-masing KPM. Kami Pemdes mohon maaf atas keterlambatan penyaluran BLT DD dikarenakan keterlambatan pencairan DD. Kepada kelembagaan juga, kami mohon maaf atas keterlambatan pembagian honorarium," terang Kades.
BACA JUGA:Juara II Tourism Award 2025, Bupati Bengkulu Utara Serahkan Penghargaan Untuk Desa Rama Agung
Pemdes Pagar Ruyung lakukan Titik Nol Pembangunan-Berlian-Radar Bengkulu
Kades menegaskan, terkhusus kepada KPM BLT DD agar memanfaatkan uang bantuan sesuai dengan kebutuhan pokok sehari-hari. Bukan untuk berfoya-foya semata.
"BLT DD ini kan dana bantuan dari Pemerintah. Tidak semua orang dapat sebagai penerima. Maka untuk itu, manfaatkan uang bantuan untuk kebutuhan pokok sehari-hari," tegas Kades.
BACA JUGA:Bupati Bengkulu Utara Dampingi Direktur Pengembangan Usaha Perhutanan Sosial Tanam Bibit Pohon Asuh
Usai penyaluran BLT DD, Kades beserta rombongan menuju lokasi penentuan titik nol tanda dimulainya pembangunan tahap 1 yang menggunakan Dana Desa (DD) berupa sumur bor dan rehab jembatan gantung.
"Untuk pembangunan di tahap 1 ini kita bangun 2 titik sumur bor terletak di dusun 2, 1 titik, dusun 3, 1 titik dan rehab jembatan gantung 2 unit di Dusun 3 dengan volume 48 meter dan dusun 2 dengan volume 54 meter. Sumur bor ini untuk keperluan sarana air bersih dan jembatan gantung ini akses untuk mengangkut hasil perkebunan warga," terang Kades. (bri/adv)