Warga Senang, Pertamina Gelar Operasi Pasar LPG di Rejang Lebong

Minggu 07-09-2025,05:00 WIB
Reporter : Windi Junius
Editor : Azmaliar Zaros

 

Untuk menjaga ketertiban, penyaluran dilakukan melalui 28 pangkalan resmi yang tersebar di tujuh desa: Baru Manis, Kesambe Lama, Kampung Delima, Duku Ilir, Talang Benih, Pungguk Lalang, dan Batu Galing. Warga yang ingin membeli diwajibkan membawa KTP dan memenuhi kriteria sebagai penerima subsidi.

Pertamina Patra Niaga menegaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen menghadirkan energi yang adil dan merata. Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menyebut sinergi dengan pemerintah daerah menjadi kunci keberhasilan.

BACA JUGA:Program Kota Bengkulu Fokus pada Pelayanan ke Masyarakat

 

“Melalui operasi pasar ini, kami ingin memastikan LPG subsidi benar-benar dinikmati masyarakat yang membutuhkan. Kami juga mengimbau warga membeli di pangkalan resmi agar harganya sesuai HET dan kualitasnya terjamin,” jelas Rusminto.

Ia juga menyampaikan pesan penting kepada masyarakat yang tergolong mampu. “Mari kita beralih ke Bright Gas. Dengan begitu, subsidi benar-benar bisa dinikmati oleh masyarakat kecil yang berhak. Ini bagian dari kepedulian kita bersama menjaga keberlanjutan program energi nasional.”ujarnya.

BACA JUGA:Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia Audiensi dengan Walikota Bengkulu

 

Operasi pasar kali ini juga dipilih tepat pada momentum libur panjang Maulid Nabi. Pertamina dan Pemda memahami bahwa kebutuhan energi rumah tangga meningkat signifikan, mulai dari aktivitas memasak di rumah hingga acara perayaan di berbagai desa.

Jika pasokan tidak diantisipasi, harga bisa melonjak di pasaran. Karena itu, tambahan 6.160 tabung LPG menjadi langkah strategis agar warga tetap bisa memperoleh energi dengan harga sesuai HET.

BACA JUGA:Disdikbud Mukomuko Sebut Sisa Seragam Sekolah Gratis Tetap Bermanfaat

 

Operasi pasar LPG 3 Kg di Rejang Lebong menjadi contoh konkrit bagaimana kolaborasi pemerintah daerah dan BUMN energi mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara cepat dan tepat. Program ini diharapkan tidak hanya menyelesaikan masalah jangka pendek, tetapi juga membangun kesadaran baru bahwa energi bersubsidi harus digunakan secara bijak.

“Gas ini disediakan untuk masyarakat kecil. Kalau kita semua patuh aturan dan beli di tempat resmi, Insya Allah tidak ada yang kekurangan,” tutup Rusminto. 

 

Kategori :