Bagi Pemprov Bengkulu, seleksi JPTP ini menjadi ujian serius dalam perjalanan reformasi birokrasi. Helmi sadar, publik menaruh ekspektasi tinggi.
“Kalau ini berhasil, ke depan masyarakat akan percaya bahwa ASN kita bisa naik jabatan bukan karena kedekatan, tapi karena prestasi,” tandasnya.
BACA JUGA:Urgensi, Walikota Bengkulu Kabulkan Pembuatan Jembatan di Kebun Tebeng Meski Tak Masuk APBD
Ia menambahkan, pejabat eselon II yang terpilih nantinya akan menjadi motor utama dalam menjalankan visi-misi pembangunan daerah. Dari kualitas mereka, akan terlihat bagaimana wajah pelayanan publik di Bengkulu lima tahun mendatang.
“Birokrasi itu soal melayani. Maka kita ingin pejabat yang terpilih nanti benar-benar memahami bahwa jabatan adalah amanah, bukan fasilitas.” tuturnya.