Ia mencontohkan, jika ada aspirasi masyarakat yang disalurkan melalui kader Perindo—misalnya usulan pembangunan infrastruktur—maka partai ingin mengetahui sejauh mana usulan tersebut diperjuangkan dalam proses penganggaran daerah.
“Apakah usulan itu sudah masuk dalam rancangan APBD, atau masih sebatas wacana. Kami ingin ukur hasil konkritnya, bukan sekadar janji,” lanjutnya.
BACA JUGA: Kepala Rutan Kelas IIB Bengkulu Berikan Arahan ke Jajaran KPR
Ismail menyebutkan, hasil evaluasi tersebut nantinya akan dilaporkan ke DPP Partai Perindo sebagai bahan pertimbangan untuk strategi dan pembinaan kader ke depan.
Hasil Pemilu terakhir menempatkan sejumlah wajah baru dari Perindo di kursi legislatif kabupaten dan kota di Bengkulu. Kondisi ini, menurut Ismail, menjadi tantangan sekaligus peluang.
BACA JUGA:Pemkot Bengkulu akan Bangun Taman Tabut di Tapak Paderi
“Sebagian besar kader yang duduk di legislatif saat ini adalah wajah baru. Artinya, mereka membutuhkan pembimbingan dan penguatan kapasitas agar mampu menjalankan fungsi politiknya secara efektif,” ungkapnya.
Bagi kader lama yang sudah berpengalaman di legislatif maupun eksekutif, Ismail berharap mereka dapat menjadi contoh dan mentor bagi generasi baru.
BACA JUGA:Rapat Koordinasi, Dinas Kominfo Ajak Media Massa Dukung Pembangunan Kota Bengkulu
“Yang sudah pernah duduk di kursi legislatif tentu paham bagaimana memperjuangkan kepentingan rakyat. Kami ingin semangat itu menular kepada kader muda.”
Selain evaluasi, momentum ulang tahun ini juga menjadi ajang memperkuat konsolidasi internal partai. Menurut Ismail, menjaga kekompakan antarstruktur partai merupakan kunci untuk menjaga konsistensi perjuangan politik di tengah tantangan demokrasi yang semakin kompleks.
BACA JUGA:Kunjungan Kerja, Walikota Bengkulu Akan Adopsi Pola dan Strategi Pembangunan di Kota Madiun