Tangkal Fenomena Geng Motor, Walikota Bengkulu Minta Perketat Jam Malam Pelajar
Walikota Bengkulu Dr Dedy Wahyudi BZ SE MM-Riski/MC-radarbengkulu
radarbengkuluonline.id - ​Pemerintah Kota Bengkulu baru-baru ini mengambil langkah tegas untuk menjaga keamanan kota dengan memberlakukan kembali jam malam bagi para pelajar.
Aturan ini dikhususkan bagi siswa tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebagai respon terhadap maraknya fenomena geng motor yang meresahkan.
BACA JUGA:Nikmatnya Berkah Ramadan: Takjil Segar dari Kebun Sendiri
Melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, kebijakan ini diharapkan bisa meminimalisir pengaruh negatif dari pergaulan jalanan.
​Langkah pencegahan ini bukan sekadar imbauan biasa, melainkan sudah tertuang dalam Surat Edaran (SE) yang diterbitkan langsung oleh Walikota Bengkulu Dr Dedy Wahyudi BZ SE MM.
Tujuannya sangat jelas, yaitu melindungi generasi muda dari potensi tindak kriminalitas yang bisa terjadi di malam hari. Dengan adanya aturan resmi, diharapkan seluruh pihak bisa lebih waspada dalam menjaga aktivitas anak di luar jam sekolah.
​Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Dikbud Kota Bengkulu, Ilham Putra menjelaskan bahwa aturan ini melarang keras siswa SD dan SMP untuk beraktivitas di luar rumah mulai pukul 21.00 WIB hingga 05.00 WIB. Larangan ini berlaku setiap hari, kecuali jika ada keperluan mendesak yang mengharuskan mereka keluar rumah dengan syarat tertentu.
​"Anak-anakku, semua dilarang untuk berada di luar rumah pada jam-jam tersebut. Jika ada keadaan yang benar-benar mendesak, maka siswa wajib didampingi oleh orang tua atau wali mereka secara langsung," tegas Ilham.
​Kebijakan ini diambil berdasarkan data yang menunjukkan bahwa anggota geng motor saat ini tidak hanya melibatkan remaja dewasa, tetapi juga sudah merambah ke anak-anak usia sekolah dasar.
Oleh karena itu, Pemkot menekankan bahwa kunci keberhasilan program ini ada pada peran aktif orang tua untuk tidak membiarkan anak-anak mereka keluyuran tanpa tujuan yang jelas saat malam tiba.
​Program ini merupakan bagian dari gerakan besar bertajuk "Bengkulu Elok Tanpa Gangster" yang bertujuan memutus rantai regenerasi kelompok motor yang menyimpang.
Dengan menekan mobilitas pelajar di malam hari, pemerintah berharap dapat menciptakan lingkungan sosial yang lebih aman dan kondusif bagi tumbuh kembang anak agar mereka bisa tetap fokus berprestasi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
