Seluruh Korban Pesawat ATR 42-500 Ditemukan

Sabtu 24-01-2026,08:40 WIB
Reporter : Tim redaksi
Editor : Azmaliar zaros

 

RADAR BENGKULU, JAKARTA - Seluruh korban pesawat ATR 42-500 sudah ditemukan setelah tujuh hari operasi pencarian yang dilakukan secara intensif oleh tim SAR gabungan pada Jumat pagi, 23 Januari 2026.

Seperti dikutip dari laman harian disway, sebanyak sepuluh jenazah berhasil ditemukan oleh tim SAR, meski bebera diantaranya tidak dalam kondisi utuh.

Sedangkan proses evakuasi di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, dilakukan dengan menggunakan metode khusus karena lokasi dan kondisi medan yang ekstrem.

Menurut laporan Asisten Operasi Kodam XIV Hasanuddin Kolonel Inf Dody Triyo Hadi, korban terakhir ditemukan oleh Tim Elang pada pukul 09.16 WITA.

BACA JUGA:Menteri Agama Usulkan Agar Seleksi Tilawatil Quran Dihapus

Lebih lanjut dikatakan, dengan temuan tersebut, seluruh korban pesawat ATR sudah ditemukan dan tahap evakuasi kini tinggal fokus pada pemindahan jenazah ke posko utama.

Dari total sepuluh jenazah korban yang ditemukan, enam diantaranya berada dalam kondisi tidak utuh dan hanya berupa bagian tubuh.

Walaupun demikian, Kepala Basarnas RI Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii memastikan bahwa status mereka tetap diakui sebagai jenazah korban. 

Pesawat ATR 42-500 yang dicarter oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sempat hilang kontak saat rute perjalanan Yogyakarta-Makassar di sekitar wilayah Maros, Sulawesi Selatan. Satu hari kemudian, titik jatuh pesawat kemudian ditemukan di kawasan Gunung Bulusaraung.

Asisten Operasi Kodam XIV Hasanuddin Kolonel Inf Dody Triyo Hadi mengungkapkan bahwa dua jenazah terakhir ditemukan di lokasi yang berdekatan dengan sebelumnya.

Temuan itu mengidentifikasi bahwa lokasi jatuhnya pesawat terkonsentrasi dalam satu zona berbahaya. 

Evakuasi dengan bantuan helikopter membutuhkan koordinasi yang ketat karena titik penjemputan berada di antara tebing curam dan aliran sungai kering.

Seluruh korban akhirnya ditemukan dengan penyelamatan high angle rescue yang penuh risiko dan keahlian khusus.

Kemudian, Syafii menyatakan, hingga saat ini telah disiapkan sembilan kantong jenazah dari hasil evakuasi. Satu jenazah lainnya masih dalam proses penanganan sebelum diserahkan kepada tim DVI untuk kelanjutan identifikasi. 

Kategori :