Jarak Pengereman Mobil Bertambah? Ini Penyebab yang Perlu Diwaspadai

Selasa 03-02-2026,15:24 WIB
Reporter : Tim redaksi
Editor : Tim redaksi

 

RADAR BENGKULU - JWKARTA – Jarak pengereman yang semakin panjang menjadi salah satu faktor risiko utama dalam keselamatan berkendara. Kondisi ini kerap tidak disadari oleh pengemudi hingga terjadi situasi darurat di jalan. Padahal, jarak pengereman yang bertambah menandakan adanya masalah pada sistem kendaraan maupun cara berkendara.

Pengereman yang optimal sangat bergantung pada kondisi rem, ban, suspensi, serta kestabilan mobil saat melaju.

 Kondisi Ban Sudah Aus

Ban yang aus atau botak mengurangi daya cengkeram terhadap permukaan jalan. Akibatnya, mobil membutuhkan jarak lebih panjang untuk berhenti, terutama saat jalan basah atau licin.

BACA JUGA:Dampak Jika Shock Absorber Tidak Diganti

Sistem Rem Bermasalah

Kampas rem yang menipis, piringan cakram yang tidak rata, atau minyak rem yang sudah kotor dapat menurunkan kinerja pengereman. Kondisi ini membuat respons rem menjadi lambat dan jarak pengereman semakin panjang.

Shock Absorber Lemah

Shock absorber yang sudah lemah menyebabkan ban tidak menempel sempurna ke permukaan jalan saat pengereman. Hal ini membuat gaya pengereman tidak maksimal dan meningkatkan jarak berhenti kendaraan.

Beban Kendaraan Berlebih

Mobil yang membawa muatan melebihi kapasitas akan membutuhkan tenaga pengereman lebih besar. Beban berlebih membuat jarak pengereman otomatis bertambah, terutama saat kecepatan tinggi.

Kecepatan Berkendara Terlalu Tinggi

Semakin tinggi kecepatan mobil, semakin panjang jarak yang dibutuhkan untuk berhenti. Faktor ini sering menjadi penyebab utama kecelakaan akibat pengereman yang tidak cukup.

 

Kategori :