Uniknya, kebermanfaatan tanaman ini tidak berhenti setelah kepala kol dipanen.
Indriyani menjelaskan bahwa batang kol yang masih tertanam akan mengeluarkan tunas-tunas baru.
"Jika panen kol sudah dilakukan, sisa batangnya masih bisa dimanfaatkan. Tunas-tunas yang tumbuh itu bisa dipetik untuk dijadikan sayur, orang sering menyebutnya dengan nama sayuran criwis," tambah Indriyani.
Inovasi penanaman mandiri di tingkat rumah tangga ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi warga desa lainnya untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga tanpa harus bergantung pada pasokan sayur dari daerah pegunungan.