RADAR BENGKULU - Banyak orang mengira bahwa menyantap porsi "ekstra" saat sahur adalah strategi jitu untuk menabung energi hingga berbuka. Logikanya sederhana: semakin banyak kalori yang masuk, semakin lama tubuh bertahan. Namun, pernahkah Anda merasa justru lebih lemas dan keroncongan di siang hari setelah makan sahur besar-besaran?
Secara medis, fenomena ini bukanlah sugesti. Berikut adalah penjelasan mengapa makan banyak saat sahur justru menjadi bumerang bagi rasa lapar Anda.
1. Lonjakan dan Kejatuhan Insulin (Sugar Crash)
Penyebab utama rasa lapar cepat datang adalah konsumsi karbohidrat olahan dalam jumlah besar, seperti nasi putih, mie, atau makanan manis. Mengutip laman kesehatan Healthline, mengonsumsi karbohidrat sederhana dalam porsi besar akan memicu lonjakan gula darah secara drastis.
BACA JUGA:Sahur Anti-Ribet, Mengintip Menu Favorit dan Paling Sering Dimakan
Sebagai respon, tubuh melepaskan hormon insulin secara masif untuk menurunkan gula darah tersebut. Hasilnya? Gula darah Anda akan anjlok dengan cepat (sugar crash), yang kemudian mengirimkan sinyal rasa lapar ke otak meskipun perut baru saja diisi beberapa jam sebelumnya.
2. Peregangan Lambung
Lambung manusia bersifat elastis. Ketika Anda makan terlalu banyak, dinding lambung akan meregang secara maksimal. Menurut penjelasan dari Cleveland Clinic, peregangan ini memang memberikan rasa kenyang sementara, namun setelah makanan dicerna dan lambung kosong kembali, reseptor rasa lapar akan bereaksi lebih sensitif. Hal ini membuat tubuh "menagih" volume makanan yang sama besarnya dengan saat sahur tadi.
3. Kurangnya Serat dan Protein
Seringkali, porsi makan yang besar didominasi oleh nasi atau gorengan, sementara protein dan serat terabaikan. Melansir jurnal yang diterbitkan oleh The American Journal of Clinical Nutrition, protein adalah makronutrisi yang paling memberikan rasa kenyang (satiety) karena menekan hormon ghrelin (hormon lapar). Jika porsi besar Anda rendah protein dan serat, makanan tersebut akan sangat cepat melewati saluran pencernaan, meninggalkan Anda dalam kondisi lapar sebelum waktu Zuhur tiba.
Strategi Sahur yang Benar agar Awet Kenyang
Agar energi tetap stabil sepanjang hari, cobalah mengubah komposisi piring sahur Anda dengan panduan berikut:
Pilih Karbohidrat Kompleks: Ganti nasi putih dengan nasi merah, gandum, atau ubi. Serat di dalamnya memperlambat penyerapan gula.
Utamakan Protein: Masukkan telur, dada ayam, atau tempe untuk menjaga rasa kenyang lebih lama.