radarbengkuluonline.id - Memasuki minggu pertama bulan Maret 2026, masyarakat Kota Bengkulu bisa sedikit bernapas lega. Berdasarkan pantauan di sejumlah pasar tradisional, harga beberapa komoditas pangan strategis mulai menunjukkan tren penurunan yang cukup signifikan.
Normalisasi pasokan dari petani lokal serta distribusi yang lancar disebut menjadi faktor utama yang mendorong terjadinya deflasi dan stabilnya harga di pasar-pasar utama seperti Pasar Panorama dan Pasar Minggu.
Salah satu penurunan yang paling mencolok terlihat pada harga cabai merah keriting. Setelah sempat menyentuh angka yang cukup tinggi di awal tahun, per hari ini harga komoditas tersebut terpantau berada di kisaran Rp 30.000 per kilogram. Penurunan harga ini tentu menjadi angin segar bagi para ibu rumah tangga dan pelaku usaha kuliner di Kota Bengkulu yang sangat bergantung pada pasokan cabai.
Terkait kondisi harga pangan di lapangan, Badan Pusat Statistik (BPS) sebelumnya juga mencatat adanya tren normalisasi yang positif bagi daya beli masyarakat:
"Provinsi Bengkulu mengalami deflasi sebesar 0,75 persen (mtm) pada Januari 2026 seiring normalisasi harga sejumlah bahan pokok di pasar," dalam laporan pihak BPS dalam data terbaru mereka.
Untuk komoditas beras, harga masih terpantau stabil, terutama untuk jenis Beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) yang disalurkan oleh Bulog. Beras subsidi ini dijual di kisaran Rp 11.700 hingga Rp 12.300 per kilogram, atau sekitar Rp 58.500 untuk kemasan 5 kg.
Pemerintah kota terus memastikan stok beras tetap aman guna menjaga stabilitas harga menjelang persiapan bulan Ramadan yang kian dekat.
Meskipun sebagian besar harga melandai, beberapa komoditas seperti bawang putih dan minyak goreng masih bertahan di harga yang relatif stabil tanpa kenaikan yang berarti.
Pemerintah Kota Bengkulu mengimbau warga untuk tetap tenang dan berbelanja dengan bijak, karena koordinasi dengan Satgas Pangan terus dilakukan guna mencegah adanya oknum yang mencoba mempermainkan harga di tengah kondisi pasar yang mulai membaik ini.