radarbengkuluonline.id -- Setelah menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh, umat Muslim menyambut Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran dengan penuh sukacita.
Seperti dikutip dari laman disway.id, momen ini tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga waktu yang tepat untuk mempererat silaturahmi.
BACA JUGA:Assisten 2 Pemkot Bengkulu Sayangkan Pemberitaan Tanpa Konfirmasi Soal Mobnas di Warem
Acara dan budaya tradisi silaturahmi saat Lebaran menjadi bagian yang tak terpisahkan, karena menghadirkan suasana hangat, saling memaafkan, dan kembali pada fitrah.
Sedangkan dalam ajaran Islam, silaturahmi memiliki kedudukan yang sangat penting. Menjaga hubungan baik dengan sesama, khususnya keluarga dan kerabat, merupakan bagian dari keimanan.
Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah SAW :
“Dari Abu Hurairah ra, dari Nabi Muhammad Saw, ia bersabda, Siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya. Siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia menjaga hubungan baik silaturahim dengan kerabatnya. Siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam,” (HR. Bukhari dan Muslim)
Keutamaan Silaturahmi di Hari Lebaran
Melakukan silaturahmi, khususnya saat Idul Fitri, memiliki banyak keutamaan. Tidak hanya bernilai ibadah, silaturahmi juga membawa dampak positif secara sosial dan psikologis.
Dilansir dari NU Online, dari Syekh Sulaiman al-Bujairami dalam kitabnya Hasyiyatul Bujairimi ‘alal Khatib. Berikut beberapa keutamaan silaturahmi yang dapat dirasakan:
1. Silaturahmi dapat mendatangkan rida Allah SWT.
2. Silaturahmi membuat kerabat yang dikunjungi merasa bahagia.
3. Silaturahmi disenangi oleh malaikat karena mereka menyukai orang yang menjaga hubungan baik.
4. Silaturahmi menciptakan kesan positif bagi sesama.
5. Silaturahmi membuat pihak yang tidak menyukai persatuan menjadi resah.
6. Silaturahmi menjadi sebab bertambahnya keberkahan umur.
7. Silaturahmi membuka pintu rezeki yang lebih luas dan berkah.
8. Silaturahmi membahagiakan orang tua, termasuk yang telah wafat, karena mereka senang mengetahui keturunannya menjaga silaturahmi.
9. Silaturahmi meningkatkan kehormatan dan kewibawaan seseorang.
10. Silaturahmi menghadirkan pahala yang terus mengalir bahkan setelah seseorang meninggal dunia.
Pada akhirnya, silaturahmi seharusnya bukan hanya dilakukan saat Lebaran, tetapi juga perlu dijaga dalam kehidupan sehari-hari.
Namun, momen Idul Fitri menjadi waktu yang paling tepat untuk memperbaiki hubungan yang sempat renggang dan mempererat kembali ikatan persaudaraan.