John Herdman: Kami Kurang Beruntung, Erick Thohir Bilang Hasilnya Masih Positif

Selasa 31-03-2026,10:53 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Editor : Azmaliar Zaros

radarbengkuluonline.id, Jakarta  -- Posisi Timnas Indonesia dalam FIFA ranking mengalami perubahan usai laga melawan Timnas Bulgaria pada ajang FIFA Series 2026, Senin, 30 Maret 2026.

Seperti dikutip dari laman disway.id, berdasarkan sistem live ranking FIFA, skuad Garuda tetap mengalami kenaikan posisi meski harus menelan kekalahan tipis 0-1 dari Bulgaria di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

BACA JUGA:Belum Ikuti Aturan Perlindungan Anak di Platform Digital, Komdigi Panggil Meta dan Google



Kekalahan tersebut membuat Indonesia kehilangan 3,81 poin. Namun secara keseluruhan, Indonesia kini menempati peringkat ke-121 dunia dengan total 1.144,88 poin. Posisi ini naik satu tingkat dibandingkan rilis resmi FIFA pada 19 Januari 2026, di mana Indonesia berada di peringkat ke-122.

Jika  mampu mengalahkan Bulgaria, Indonesia berpotensi meraih tambahan lebih dari enam poin dan naik ke posisi 119, melampaui Namibia dan Korea Utara.

Dalam pertandingan tersebut, Timnas Indonesia tampil cukup agresif dengan menciptakan sejumlah peluang. Namun, upaya dari Ole Romeny dan Rizky Ridho masih gagal berbuah gol setelah bola membentur mistar. Satu-satunya gol dalam laga itu dicetak oleh Martin Petkov melalui eksekusi penalti yang menjadi penentu kemenangan Bulgaria. Sebelumnya, Indonesia sempat menambah poin usai meraih kemenangan atas Timnas Saint Kitts and Nevis.

John Herdman: Timnas Indonesia Kurang Beruntung 
Sementara itu John Herdman, menyebut timnya kurang beruntung usai kalah 0-1 dari Timnas Bulgaria pada final FIFA Series 2026. Pada laga kedua bersama Herdman, skuad Garuda sebenarnya menunjukkan performa menjanjikan.


Indonesia mampu mengontrol permainan dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya, terutama di babak kedua. Namun, penyelesaian akhir menjadi kendala utama.


Salah satu peluang emas dari Ole Romeny bahkan hanya membentur mistar gawang. Sebaliknya, Bulgaria tampil lebih efektif dan berhasil mencetak gol melalui penalti yang dieksekusi Martin Petkov pada menit ke-38. Herdman mengakui performa anak asuhnya cukup baik dari sisi permainan, fisik, dan komitmen. Namun, ia menilai faktor keberuntungan belum berpihak kepada Indonesia.

“Saya pikir kami tampil dengan komitmen tinggi, baik secara fisik maupun gaya bermain. Tapi kami kurang beruntung.  Seharusnya ini menjadi kemenangan untuk Indonesia,” ujarnya.


Lebih lanjut ia  menyebut Bulgaria bermain cerdas dengan mampu mengatur tempo dan memaksimalkan peluang yang ada.  Meski kecewa dengan hasil akhir, Herdman menegaskan kekalahan ini akan menjadi bahan evaluasi penting bagi perkembangan tim ke depan.


“Kami kecewa, ini menyakitkan. Tapi tim ini akan belajar dan berkembang dari situasi ini,” katanya.

Erick Thohir: Hasil Tetap Positif
Sementara itu, Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menilai hasil tersebut tetap memberikan dampak positif bagi perkembangan Timnas Indonesia. Menurutnya, Bulgaria bukan lawan sembarangan. Karena, memiliki sejarah kuat di sepak bola dunia, termasuk pernah mencapai semifinal Piala Dunia FIFA 1994.


“Kita melawan tim yang tidak kaleng-kaleng. Banyak pemain mereka bermain di Eropa,” ujar Erick.
Kemudian, ia juga memuji kinerja Herdman yang dinilai mulai membawa perubahan dalam gaya permainan skuad Garuda.


Dengan hasil ini, Bulgaria keluar sebagai juara FIFA Series 2026, sementara Indonesia harus puas sebagai runner-up.


Meski gagal meraih gelar, penampilan di final memberikan optimisme baru bagi masa depan Timnas Indonesia di bawah asuhan John Herdman.

 

Kategori :