radarbengkuluonline.id, Jakarta - Lemper merupakan jajanan tradisional Indonesia yang dikenal semua generasi. Rasanya yang familiar dan kemasannya yang khas membuat jajanan ini selalu disukai dari masa ke masa.
Seperti dikutip dari laman harian disway, gurihnya beras ketan yang diberi isian abon atau daging ayam cincang, lalu dibungkus rapi daun pisang, membuat lemper terlalu sayang untuk diabaikan. Kendati mendapatkan lemper ayam bukan hal yang sulit, membuatnya sendiri di rumah ternyata juga tidak repot. Prosesnya sederhana dan mudah diikuti.
BACA JUGA:Gubernur Bengkulu Serahkan Bantuan, Pembangunan Rumah Korban Puting Beliung secara Gotong Royong
Akan tetapi, jika tidak diolah dengan tepat, lemper cepat basi. Sebab, bahan utamanya adalah ketan yang memang tidak tahan lama, apalagi jika dicampur dengan santan. Isian ayam pengolahannya dengan ditumis membuatnya cenderung lembap. Kondisi itulah yang membuat lemper menjadi cepat basi.
Kendati demikian, dengan cara yang tepat, lemper buatan sendiri tetap lezat, nagih, dan tidak mudah basi meski disimpan lebih dari satu hari.
Cara Membuat Lemper agar Tidak Mudah Basi
1. Aron dengan Benar
Salah satu kunci agar lemper lebih tahan lama terletak pada teknik mengaron atau proses pengukusan beras ketan yang tepat. Proses ini dimulai dengan mengukus beras ketan hingga setengah matang terlebih dahulu.
Setelah itu, ketan dicampur dengan santan hangat sambil diaduk hingga butirannya mengembang dan santan meresap.
Selanjutnya, adonan didiamkan sejenak hingga cairan santan terserap sempurna. Setelah itu, ketan kembali dikukus hingga matang sempurna dan bertekstur pulen. Dengan teknik mengaron yang benar, lemper tidak hanya lebih lezat tetapi juga lebih tahan lama dan tidak mudah basi.
2. Masak Isian Hingga Kering
Agar lemper tidak cepat basi, penting untuk memastikan bagian isian dimasak hingga benar-benar kering. Isian yang terlalu berair dapat mempercepat proses pembusukan dan membuat tekstur lemper menjadi berlendir. Isian yang lembab memicu lemper lebih cepat basi, terlebih karena sebagian lemper tidak melalui proses pengukusan ulang setelah dibentuk.
Dengan memastikan isian matang sempurna dan kering, lemper akan lebih awet serta tetap lezat saat dikonsumsi.
3. Gunakan Daun Pisang yang Bersih
Di samping teknik memasak, kebersihan daun pisang sebagai pembungkus juga berperan penting dalam menjaga ketahanan lemper. Agar tidak cepat basi, daun pisang sebaiknya dibersihkan terlebih dahulu sebelum digunakan. Memanaskannya sebentar di atas api juga penting untuk mengurangi bakteri yang menempel.
Setelah itu, daun kembali dilap hingga bersih sebelum dipakai membungkus lemper. Kotoran atau bakteri pada daun pisang dapat mempercepat proses pembusukan. Oleh karena itu, memastikan kebersihan pembungkus menjadi langkah penting agar lemper lebih awet dan tetap higienis.
4. Simpan di Kulkas agar Lebih Tahan Lama
Menyimpan lemper yang sudah jadi di dalam kulkas dapat membantu memperpanjang masa simpannya. Cara ini sangat cocok diterapkan, terutama jika lemper akan diolah kembali menjadi lemper bakar. Kunci utama agar lemper tidak cepat basi terletak pada proses pembuatan yang tepat dan menjaga kebersihan selama pengolahan.
Nah, jika kedua hal tersebut diperhatikan dengan baik, lemper buatan rumah bisa lebih awet dan tetap layak dikonsumsi dalam waktu lebih lama.