radarbengkuluonline.id, Jakarta - Memiliki pohon buah di lahan sempit bukan hal yang mustahil. Caranya melalui teknik tabulampot atau tanaman buah dalam pot.
Seperti dikutip dari laman harian disway, seperti namanya, prosesnya adalah menanam benih tanaman di dalam wadah atau pot. Cara itu memungkinkan penanaman berbagai jenis buah di ruang yang terbatas. Seperti taman, balkon, atau atap.
BACA JUGA:Ini Manfaat Rebusan Daun Salam dan Ketumbar
Melalui tabulampot, siapa pun dapat merasakan hasil buah segar secara langsung dari tanaman. Tanpa perlu area yang luas. Di antara berbagai jenis tanaman, jeruk nipis dan lemon termasuk yang paling diminati. Karena manfaatnya yang melimpah. Baik untuk kesehatan maupun untuk kebutuhan dapur.
Akan tetapi, tantangan terbesarnya adalah waktu tunggu berbuah. Itu sering kali memakan waktu bertahun-tahun. Teknik dan perawatan yang tepat bisa memacu pertumbuhan jeruk nipis dan lemon di pot. Bahkan dapat berbuah hanya dalam waktu 6 bulan.
Adapun langkah paling penting adalah pemilihan bibit. Terutama penggunaan bibit hasil cangkok atau okulasi. Itu syarat mutlak jika ingin berbuah cepat. Bibit hasil cangkok sudah memiliki sifat dewasa dari pohon induknya. Sehingga fase vegetatifnya jauh lebih singkat. Jauh lebih efisien daripada menanam dari biji. Itu memerlukan waktu hingga 5-10 tahun.
Pertama, pilihlah bibit yang sudah memiliki batang kokoh dan daun berwarna hijau segar. Setelah bibit didapatkan, media tanam menjadi kunci pertumbuhan cepat. Gunakan campuran tanah humus, sekam bakar, dan pupuk kandang yang telah terfermentasi dengan perbandingan 1:1:1.
Sedangkan penempatan pot juga sangat menentukan. Tanaman jeruk membutuhkan sinar matahari penuh. Minimal 6 hingga 8 jam sehari untuk proses fotosintesis yang maksimal. Tanpa energi matahari yang cukup, nutrisi yang diberikan tidak akan pernah berubah menjadi bunga dan buah.
Pastikan pot memiliki sistem drainase yang baik. Tujuannya agar akar tidak membusuk akibat air yang menggenang.
Rahasia utama agar berbuah dalam 6 bulan terletak pada manajemen nutrisi dan teknik stres air. Pada bulan keempat, berikan pupuk dengan kandungan Fosfor (P) dan Kalium (K) yang tinggi. Demi merangsang pembungaan.
Setelah itu, lakukan teknik stres air dengan cara tidak menyiram tanaman selama 2-3 hari. Hingga daun tampak sedikit layu. Kemudian siram kembali dengan air yang banyak. Kejutan lingkungan itu akan memicu insting tanaman untuk segera bereproduksi dan memunculkan kuncup bunga.
Jangan lupa untuk melakukan pemangkasan rutin pada tunas air. Supaya nutrisi dapat fokus sepenuhnya pada pembentukan buah. Dengan ketelatenan dalam menyiram, memupuk, dan memperhatikan serangan hama seperti kutu daun, target panen dalam 6 bulan bukan hal yang mustahil.
Selain mempercantik tampilan rumah, keberadaan tabulampot jeruk juga dapat menjadi apotek hidup. Siap memberikan pasokan vitamin C segar kapan saja. Berkebun di lahan terbatas terbukti menjadi aktivitas yang produktif. Sekaligus menenangkan di tengah kesibukan modern.