radarbengkuluonline.id, Jakarta - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menyetujui permohonan pemberian pertimbangan kewarganegaraan Republik Indonesia untuk dua atlet diaspora, Luke Vickery dan Mitchell Baker, dan akan membela Timnas Indonesia.
Seperti dikutip dari laman disway.id, Ketua DPR RI Puan Maharani, menyampaikan persetujuan tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil pembahasan yang dilakukan oleh Komisi X dan Komisi XIII DPR RI.
BACA JUGA:Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara
“Berdasarkan hasil pembahasan Komisi X dan XIII DPR RI memutuskan menyetujui pertimbangan kewarganegaraan RI atas nama Saudara Luke Vickery dan Saudara Mitchell Baker,” kata Puan saat memimpin rapat paripurna, Selasa, 30 Juni 2026.
Usai menyampaikan hasil pembahasan komisi terkait, Puan kemudian meminta persetujuan seluruh anggota dewan yang hadir dalam rapat paripurna. “Sehubungan dengan itu, kami meminta persetujuan pada rapat paripurna hari ini. Apakah permohonan pemberian pertimbangan kewarganegaraan RI atas nama Saudara Luke Vickery dan Mitchell Baker dapat disetujui?” ujar Puan.
Seluruh anggota DPR yang hadir menyatakan setuju atas permohonan tersebut, sehingga proses pemberian pertimbangan kewarganegaraan bagi Luke Vickery dan Mitchell Baker resmi mendapatkan persetujuan DPR. Persetujuan di tingkat paripurna ini menjadi salah satu tahapan penting dalam proses naturalisasi sebelum melanjutkan ke tahapan administrasi berikutnya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menyetujui permohonan pemberian pertimbangan kewarganegaraan Republik Indonesia untuk dua atlet, Luke Vickery dan Mitchell Baker, dalam Rapat Paripurna DPR RI.
Luke Vickery dan Mitchell Baker Siap Perkuat Timnas Indonesia di Piala AFF?
Sebelumnya proses naturalisasi Luke Vickery dan Mitchell Baker kini memasuki tahap akhir. Setelah mendapatkan persetujuan dari Komisi X dan Komisi XIII DPR RI, kedua pemain hanya tinggal menunggu pengesahan melalui Rapat Paripurna DPR RI sebelum melanjutkan ke proses administrasi berikutnya.
Setelah memperoleh persetujuan DPR RI, berkas naturalisasi Luke Vickery dan Mitchell Baker akan diserahkan kepada Presiden Republik Indonesia untuk penerbitan Keputusan Presiden (Keppres). Setelah Keppres diterbitkan, keduanya akan menjalani pengambilan sumpah sebagai Warga Negara Indonesia (WNI).
"Setelah Keppres diterbitkan, Luke Vickery dan Mitchell Baker akan menjalani pengambilan sumpah sebagai Warga Negara Indonesia (WNI)," ujar pengamat sepak bola Tanah Air, Ronny Pangemanan yang arab dipanggil Bung Ropan melalui kanal YouTube miliknya, Kamis, 25 Juni 2026.
Setelah resmi menjadi WNI, Luke Vickery dan Mitchell Baker masih harus menyelesaikan proses perpindahan federasi sepak bola agar dapat didaftarkan sebagai pemain Timnas Indonesia di bawah naungan PSSI. Luke Vickery yang saat ini bermain di Australia serta Mitchell Baker yang berkarier di Amerika Serikat wajib menyelesaikan administrasi perpindahan federasi sebelum dapat tampil dalam pertandingan resmi bersama skuad Garuda.
Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, proses naturalisasi hingga perpindahan federasi diperkirakan dapat rampung dalam waktu kurang dari dua pekan setelah sidang paripurna.
Berpeluang Masuk Skuad Timnas Indonesia untuk Piala AFF
Bung Ropan menilai selesainya proses naturalisasi membuka peluang bagi Luke Vickery dan Mitchell Baker untuk dipanggil pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menghadapi berbagai agenda internasional, termasuk Piala AFF.
Meski demikian, keputusan akhir mengenai pemanggilan kedua pemain tetap berada di tangan tim pelatih berdasarkan kebutuhan skuad dan kondisi masing-masing pemain.
Luke Vickery merupakan penyerang muda berusia 19 tahun yang mampu bermain sebagai striker maupun winger.
Fleksibilitasnya di lini depan membuatnya menjadi salah satu pemain yang dinilai mampu menambah variasi serangan Timnas Indonesia.
Sementara itu, Mitchell Baker juga dikenal sebagai pemain yang beroperasi di sektor depan. Kehadirannya diproyeksikan menambah kedalaman skuad Garuda sekaligus meningkatkan persaingan di lini serang. Dengan usia yang masih muda, keduanya dipandang sebagai investasi jangka panjang bagi sepak bola Indonesia, baik untuk Timnas Senior maupun Timnas U-23.