Ini Dia Manfaat Buah Timun Bagi Kesehatan Tubuh

Minggu 09-08-2026,11:17 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Editor : Azmaliar Zaros

radarbengkuluonline.id, Padang - Timun menawarkan segudang manfaat yang sangat baik untuk kesehatan tubuh. Profesor madya di bidang nutrisi dan kesehatan masyarakat dari Fakultas Kedokteran Universitas Tufts, Kimberly Dong, menjelaskan bahwa sayuran ini sangat menyehatkan karena rendah kalori serta kaya akan air dan serat.

Seperti dikutip dari laman sumbar.disway.id, berdasarkan keterangannya dalam siaran Channel News Asia pada Minggu (2/8) waktu setempat, timun memiliki tekstur yang renyah dengan rasa ringan dan menyegarkan, sehingga cocok berpadu dengan berbagai jenis hidangan.  Buah timun juga menjadi sumber hidrasi rendah kalori yang luar biasa.

BACA JUGA:Cara Membuat Gula Gajebo Khas Padang, Hidangan Tradisional Penuh Cita Rasa
 Profesor ilmu gizi di Texas Christian University Gina Jarman Hill, menanggapi anggapan masyarakat terkait makanan berkalori negatif atau jenis makanan yang mengandung lebih sedikit kalori daripada energi untuk mencernanya.

"Tidak ada yang namanya makanan berkalori negatif tetapi karena jumlah kalori dalam mentimun sangat rendah, timun adalah makanan yang paling mendekati kategori tersebut," kata Hill.

Lebih lanjut Hill menegaskan bahwa selama kita memperhatikan bahan pelengkapnya, tidak ada alasan sama sekali untuk membatasi konsumsi timun harian.

Menjaga Kesehatan Metabolik dan Mengontrol Gula Darah
Timun memberikan dampak yang sangat minim terhadap kenaikan Gula Darah, sehingga sangat aman untuk penderita diabetes. Sayuran segar ini hanya mengandung sedikit karbohidrat sekitar 11 gram dan serat sekitar 1,5 gram. 


Kandungan serat tersebut bekerja memperlambat proses pencernaan, yang pada akhirnya menjaga kadar Gula Darah tetap terkontrol.

Sejumlah penelitian terbatas pada hewan dan manusia juga menunjukkan bahwa konsumsi timun atau ekstraknya membawa dampak positif bagi kadar insulin, kolesterol, trigliserida, hingga tekanan darah. 


Sebagai contoh, sebuah uji klinis pada tahun 2016 menguji 47 pasien dengan kadar kolesterol dan trigliserida yang sedikit meningkat.

Tim peneliti membagi pasien ke dalam dua kelompok: kelompok pertama mengonsumsi kapsul harian berisi ekstrak biji mentimun, sementara kelompok kedua menerima plasebo.

Setelah menjalani masa uji selama enam minggu, kelompok yang mengonsumsi ekstrak mentimun menunjukkan peningkatan kadar kolesterol darah yang signifikan dibandingkan kelompok plasebo. Dong menilai hasil studi tersebut sangat menjanjikan, meskipun masih bersifat pendahuluan.

Variasi Camilan Sehat dan Manfaat Acar Fermentasi
Berkat rasanya yang lembut dan teksturnya yang renyah, timun dapat menjadi pengganti ideal untuk berbagai camilan olahan. Potongan atau irisan mentimun segar sanggup menggantikan keripik dan biskuit yang kurang sehat, serta cocok menjadi media untuk mencelup saus kacang atau hummus yang kaya serat.

Koki di Kota New York, Isaac Bernal, menambahkan bahwa timun sanggup membuat santapan terasa lebih ringan dan segar karena menambah volume makanan dengan kalori yang sangat minim.

Di samping dikonsumsi segar, olahan Acar Fermentasi dari mentimun yang direndam dalam air garam turut mendorong pertumbuhan bakteri baik. Olahan ini menawarkan manfaat kesehatan ekstra bagi tubuh.

Profesor madya nutrisi dan dietetika di Universitas South Florida, Heewon L Gray, menyebutkan bahwa konsumsi makanan fermentasi berkaitan erat dengan penurunan peradangan serta peningkatan kesehatan usus.

Meski acar biasa juga dapat menjadi camilan sehat, produk tersebut umumnya telah melalui proses pasteurisasi atau pembuatan dengan cuka yang menghambat pertumbuhan bakteri.

"Anda dapat menemukan Acar Fermentasi di bagian pendingin toko bahan makanan. Acar tersebut sering kali memiliki label fermentasi, probiotik, atau mengandung kultur hidup dan tidak mengandung cuka di antara bahan-bahannya," kata Gray.

Meski demikian, Gray mengingatkan masyarakat untuk tetap bijak saat mengonsumsi acar, baik versi fermentasi maupun biasa, karena kadar garamnya yang tinggi. Satu potong acar dill saja sudah menyumbang sekitar 326 miligram natrium, atau setara dengan 14 persen dari batas konsumsi harian yang direkomendasikan.

 

 

Kategori :