Ini Dia Bahaya Kencing Tikus bagi Kesehatan Keluarga

 Ini Dia  Bahaya Kencing Tikus bagi Kesehatan Keluarga

Ini Dia Bahaya Kencing Tikus bagi Kesehatan Keluarga-Tim Redaksi/Ist-radarbengkulu

radarbengkuluonline.id, Jakarta  - Genangan air dan tanah lembab di sekitar rumah. Itu bisa menyimpan bahaya yang tak terlihat. Yakni bakteri leptospirosis dari air kencing tikus. Penyakit itu dapat menular ke manusia. Lewat kulit yang terluka maupun selaput lendir tubuh.

Seperti dikutip dari laman harian disway.id, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat atau CDC, sekitar satu juta kasus leptospirosis terjadi di seluruh dunia setiap tahun. Penyakit itu mencatat hampir 60 ribu kematian. Risiko penularannya meningkat di lingkungan padat penduduk. Terutama saat musim hujan atau banjir tiba.

BACA JUGA:Lima Gunung di Jawa Timur Terbakar, Kebakaran Hutan Makin Meluas



Sedangkan bakteri leptospira yang menjadi penyebab penyakit itu hidup di air kencing tikus. Juga bisa bertahan lama di tanah basah maupun genangan air. Anda sudah tahu, leptospirosis adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Leptospira. Umumnya ditularkan lewat urine tikus yang mencemari air atau tanah.

Bakteri itu bisa masuk ke tubuh manusia. Baik melalui mata, hidung, mulut, atau luka terbuka di kulit. Penularan paling sering terjadi ketika seseorang bersentuhan langsung dengan air atau tanah yang telah terkontaminasi urine tikus. Misalnya saat banjir maupun aktivitas bersih-bersih rumah. Gejala biasanya muncul dalam rentang dua hingga 30 hari setelah paparan. Sehingga sering kali tidak disadari sebagai leptospirosis.

Bahaya Kencing Tikus bagi Kesehatan Keluarga
1. Demam Tinggi dan Gejala Mirip Flu
Untuk tahap awal, leptospirosis kerap menimbulkan gejala yang menyerupai flu biasa. Penderita biasanya mengalami demam, menggigil, sakit kepala, hingga nyeri otot yang muncul mendadak.

Kondisi itu membuat leptospirosis sering terlambat terdiagnosis. Karena dianggap sebagai flu atau demam biasa.
Padahal, penyakit sempat mereda sebelum kembali memburuk pada fase kedua. Fase kedua itu yang lebih serius.


2. Gangguan dan Kegagalan Fungsi Ginjal
Sedangkan salah satu bahaya paling serius dari leptospirosis dalam tubuh adalah kerusakan pada organ ginjal. Bila tidak segera ditangani, infeksi bakteri Leptospira dapat memicu gangguan fungsi ginjal. Hingga berujung gagal ginjal.

Kondisi itu menjadi salah satu penyebab utama tingginya angka kematian akibat leptospirosis di berbagai negara. Termasuk pada kasus yang tergolong berat atau dikenal dengan istilah penyakit Weil.

3. Kerusakan Hati dan Penyakit Kuning
Di samping ginjal, organ hati juga menjadi salah satu target utama infeksi leptospirosis. Kerusakan hati akibat penyakit itu biasanya ditandai dengan munculnya jaundice. Yaitu kondisi kulit dan bagian putih mata yang menguning.

Gejala itu menjadi tanda peringatan. Bahwa infeksi sudah memasuki fase yang lebih berat. Tentu memerlukan penanganan medis segera agar tidak berkembang menjadi gagal hati.

4. Meningitis atau Radang Selaput Otak
Pada kasus yang lebih parah, bakteri Leptospira dapat menyebar. Hingga memicu peradangan pada selaput otak dan sumsum tulang belakang. Anda sudah tahu, kecenderungan itu dikenal dengan meningitis. Kondisi tersebut tergolong komplikasi berat dari leptospirosis.

Gejala meningitis akibat leptospirosis bisa meliputi sakit kepala hebat, leher kaku, hingga penurunan kesadaran. 
Anak-anak dan lansia dalam Keluarga menjadi kelompok rentan. Perlu diwaspadai dengan lebih ketat agar tidak terpapar.

5. Gangguan Pernapasan hingga Risiko Kematian
Leptospirosis tingkat lanjut juga bisa memicu perdarahan pada paru-paru. Itu berujung pada gangguan pernapasan serius.
Kombinasi kegagalan beberapa organ sekaligus itulah yang membuat leptospirosis berpotensi fatal. Terlebih bila terlambat ditangani.

Secara global, terdapat persentase tingkat risiko kematian akibat leptospirosis. Yakni diperkirakan mencapai sekitar 7,5 persen. Angka itu meliputi total kasus yang terjadi setiap tahun. Menegaskan pentingnya deteksi dan penanganan sedini mungkin.

Cara Mencegah Penularan di Rumah
Penularan leptospirosis sebenarnya bisa dicegah. Yaitu dengan menjaga kebersihan lingkungan rumah secara rutin. Berikut beberapa langkah sederhana yang bisa diterapkan Keluarga di rumah.
1.    Hindari kontak langsung dengan genangan air atau tanah yang dicurigai tercemar urin tikus
2.    Gunakan sarung tangan karet saat membersihkan area yang berpotensi menjadi sarang tikus
3.    Tutup celah dan lubang di rumah agar tikus tidak leluasa masuk dan bersarang
4.    Simpan makanan dalam wadah tertutup rapat agar tidak menarik perhatian tikus
5.    Segera cuci tangan dengan sabun setelah beraktivitas di area yang berisiko terpapar
6.    Bersihkan luka terbuka dan tutup dengan perban tahan air sebelum kontak dengan air atau tanah.

Keluarga perlu waspada bila muncul demam tinggi disertai nyeri otot, sakit kepala hebat, atau mata yang tampak kekuningan. Terlebih setelah beraktivitas di area lembap atau banjir.



 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: