Buket Cinta: Hobi Merangkai Bunga yang Menjadi Ladang Usaha

Buket Cinta: Hobi Merangkai Bunga yang Menjadi Ladang Usaha

Buket Cinta: Hobi Merangkai Bunga yang Menjadi Ladang Usaha-Hamidatusshaleha-radarbengkulu



“Awalnya cuma iseng-iseng buat hadiah ulang tahun teman, eh lama-lama malah jadi pesanan rutin,” ujar deska (37), ibu rumah tangga asal Desa Pelabai, Kabupaten Lebong, yang kini dikenal sebagai perangkai bunga kreatif dengan usaha rumahan bernama “Buket Cinta


radarbengkuluonline.id - Ada-ada saja bisnis yang bisa dilakukan ibu ini. Di tengah rutinitas sebagai ibu rumah tangga Deska Sulastri (37) menemukan ketenangan dalam hobi merangkai bunga.

Berawal dari mencoba membuat satu buket sederhana untuk ulang tahun keponakannya, tangan kreatifnya justru memunculkan ketertarikan dari teman-temannya. Dari situlah ide untuk membuka usaha mulai tumbuh.

BACA JUGA:Laris Manis, Hari Valentine Bawa Berkah Bagi Penjual Buket Bunga


“Waktu itu saya unggah di WhatsApp. Ternyata banyak yang tanya bisa pesan juga nggak. Akhirnya saya coba buka order kecil-kecilan,” ujar Deska Sulastri saat diwawancarai RADAR BENGKULU via telepon, Selasa,29 Juli 2025. 


Tanpa modal besar, ia memulai usaha dengan memanfaatkan bahan-bahan seadanya. Perlahan namun pasti, Buket Cinta mulai dikenal di kalangan warga Desa Pelabai, Kecamatan Pelabai, Kabupaten Lebong dan sekitarnya.

BACA JUGA:Usaha Buket Bunga Peluang Cuan Bagi Mahasiswa


Kini, Sulastri-- begitu ia biasa dipanggil--  sudah mampu merangkai 10 hingga 15 buket setiap pekan. Terutama saat momen spesial seperti wisuda, ulang tahun, hingga lamaran.

Ia memanfaatkan media sosial seperti Facebook dan Instagram untuk promosi. “Alhamdulillah dari rumah aja bisa bantu ekonomi keluarga,” ungkapnya.

BACA JUGA:Dinikmati, Pramugari Ini Banting Stir, Jadi Penjual Buket Bunga di Jakarta


Harga buket yang ditawarkan itu bervariasi. Mulai dari Rp 25.000 hingga Rp 150.000. Itu tergantung ukuran dan jenis bunga. Tak hanya bunga plastik atau flanel, Sulastri juga merangkai snack bouquet dan uang bouquet yang tengah populer di kalangan anak muda.


Meski tergolong usaha rumahan, Sulasri  tetap menjaga kualitas dan kerapian setiap karyanya. “Saya percaya, setiap buket itu bawa pesan cinta dari pengirim. Jadi harus saya buat sepenuh hati,” katanya sambil merapikan pita satin di salah satu karyanya.

BACA JUGA:Kerajinan Tirai, Produk Olahan dari Pelepah Sawit Mendatangkan Cuan


Kini, Buket Cinta tidak hanya menjadi ladang usaha, tapi juga sumber inspirasi bagi ibu-ibu lain di desa tersebut. Bahkan beberapa remaja perempuan di sekitar rumahnya ikut belajar dan membantu merangkai sebagai bentuk kegiatan produktif.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: