Tak Perlu Modal Besar, Menabung Emas per Bulan Dinilai Aman Hadapi Ekonomi 2026
Tak Perlu Modal Besar, Menabung Emas per Bulan Dinilai Aman Hadapi Ekonomi 2026-Poto ilustrasi-
RADAR BENGKULU - Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan fluktuasi nilai tukar, emas kembali menjadi pilihan masyarakat sebagai instrumen penyimpan nilai. Menariknya, tren terbaru menunjukkan semakin banyak investor pemula memilih strategi membeli emas secara rutin setiap bulan, bukan sekaligus dalam jumlah besar.
Praktik ini dinilai lebih aman dan realistis, terutama bagi masyarakat dengan penghasilan bulanan tetap. Dengan nominal relatif kecil, investor tetap bisa mengumpulkan emas secara bertahap tanpa terbebani risiko harga tinggi.
BACA JUGA:Simulasi Beli Emas Tiap Bulan, Cara Sederhana Menabung Aman untuk Pemula
Sebagai ilustrasi, dengan menyisihkan sekitar Rp1 juta per bulan, investor bisa membeli kurang lebih 0,7–0,8 gram emas, tergantung harga pasar. Dalam setahun, jumlah emas yang terkumpul bisa mencapai sekitar 9 gram.
Jika harga emas mengalami kenaikan, nilai simpanan tersebut ikut terdongkrak. Misalnya, ketika harga emas naik dari Rp1,3 juta menjadi Rp1,5 juta per gram, nilai emas hasil tabungan selama satu tahun bisa meningkat hingga Rp1,5 juta, di luar fungsi emas sebagai pelindung nilai dari inflasi.
Pengamat ekonomi menilai metode beli bertahap ini efektif meredam risiko fluktuasi harga. Investor tidak perlu menunggu harga terendah atau khawatir membeli di puncak harga, karena pembelian dilakukan secara konsisten dalam jangka waktu panjang.
Strategi ini juga dinilai sejalan dengan kondisi ekonomi 2026 yang masih dibayangi ketidakpastian global, mulai dari arah kebijakan suku bunga bank sentral dunia hingga ketegangan geopolitik. Dalam situasi tersebut, emas tetap dipandang sebagai aset defensif yang relatif stabil.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
