Penyakit Diabetes Tipe 2 Masih Bisa Diobati, Ini Pilihan Terapi Pengobatan yang Inovatif
Penyakit Diabetes Tipe 2 Masih Bisa Diobati, Ini Pilihan Terapi Pengobatan yang Inovatif-Poto ilustrasi-
RADAR BENGKULU, JAKARTA - Diabetes tipe 2 menjadi penyakit degeneratif yang paling banyak memicu komplikasi dengan pengobatan jangka panjang.
Seperti dikutip dari laman disway.id, menurut International Diabetes Federation (IDF) Diabetes Atlas (2025), sekitar 11,1% - atau 1 dari 9 – populasi dewasa (20-79 tahun) hidup dengan diabetes, dengan lebih dari 4 dari 10 - orang tidak menyadari bahwa mereka memiliki kondisi tersebut.
Lebih dari 90% kasus Diabetes Melitus tersebut merupakan Diabetes Melitus Tipe 2, yaitu penyakit kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah akibat resistensi insulin atau produksi insulin yang tidak mencukupi.
BACA JUGA:Cara Membuat Es Ramen Jelly yang Enak dan Bikin Ketagihan
Kondisi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk faktor sosial ekonomi, demografis, lingkungan, serta genetik.
Diabetes Melitus Tipe 2 mempengaruhi cara tubuh menggunakan gula (glukosa) sebagai sumber energi dan merupakan bentuk diabetes yang paling umum terjadi pada orang dewasa.
IDF Diabetes Atlas (2025) menunjukan sekitar 19,5 juta orang dewasa hidup dengan Diabetes Melitus Tipe 2.
Hal ini menegaskan perlunya upaya peningkatan kesadaran, pencegahan, serta akses terhadap pengobatan baru untuk terapi Diabetes Melitus Tipe 2. Upaya ini membutuhkan kerja sama dan kolaborasi dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, industri, dan masyarakat.
Di samping itu, penanganan Diabetes Melitus Tipe 2 juga memerlukan perubahan perilaku yang menyeluruh, mulai dari penerapan pola makan sehat, aktivitas fisik secara teratur, pengelolaan stres, hingga menjaga kualitas tidur.
“Sebagai perusahaan layanan kesehatan terkemuka, APL berkomitmen untuk menghadirkan produk-produk terobosan inovatif serta meningkatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat di seluruh Indonesia. APL berupaya menjembatani terobosan global dengan kebutuhan nyata pasien di Indonesia, sehingga layanan kesehatan menjadi lebih mudah diakses,” kata Christophe Piganiol, Presiden Direktur, PT Anugerah Pharmindo Lestari (APL), sebuah perusahaan Zuellig Pharma.
Sedangkan untuk menjawab kebutuhan pasien di Indonesia, APL memberikan solusi nyata melalui keahliannya dalam bidang distribusi, komersialisasi, dan layanan uji klinis.
APL menghadirkan pilihan pengobatan baru ke Indonesia, sebagai contoh yaitu Tirzepatide yang merupakan obat dengan mekanisme kerja baru untuk Diabetes Melitus Tipe 2.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
