Dinas Kesehatan Ajak Masyarakat Lebih Waspada Terhadap Nyamuk DBD
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu Nelli Hartati-Riski/MC-Radar Bengkulu
radarbengkuluonline.id - Memasuki awal tahun 2026, cuaca penghujan mulai sering menyapa dan biasanya menjadi waktu favorit bagi nyamuk Aedes aegypti untuk berkembang biak. Kondisi ini tentu menuntut kita semua untuk lebih peduli menjaga kebersihan lingkungan agar terhindar dari penyakit demam berdarah.
Meski beberapa rumah sakit sudah mulai merawat pasien yang diduga terkena DBD, ternyata data resminya belum semuanya tercatat di Dinas Kesehatan. Pemerintah pun terus memantau situasi ini dengan serius karena jumlah kasus penyakit ini memang cenderung naik-turun setiap tahunnya.
BACA JUGA:Satpol PP dan Pedagang Pasar Panorama Lakukan Aksi Bersih Drainase
"Untuk awal tahun 2026 ini belum terdata adanya kasus DBD di Kota Bengkulu, memang sebenarnya di rumah sakit sudah ada kasus, namun belum masuk di data kita," jelas Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu Nelli Hartati.
Beliau mengingatkan bahwa keterlambatan penanganan medis bisa berisiko fatal bagi keselamatan pasien.
Berdasarkan catatan beberapa tahun terakhir, angka kasus DBD memang sempat melonjak cukup tinggi. Seperti yang terjadi pada tahun 2024 lalu. Tren ini menjadi pengingat penting bagi kita semua bahwa penyakit ini masih menjadi ancaman yang tidak boleh dianggap remeh.
"Beberapa kasus kematian terjadi karena keterlambatan membawa pasien ke layanan kesehatan," tambah Nelli sembari menekankan pentingnya respon cepat. Mari kita terapkan pola hidup bersih dan rajin memberantas sarang nyamuk agar lingkungan kita tetap aman dan sehat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
