Kepala Staf Kepresidenan Sidak Langsung Program Makan Bergizi Gratis di Bengkulu
Kepala Staf Kepresidenan Sidak Langsung Program Makan Bergizi Gratis di Bengkulu-Windi Junius-Radar Bengkulu
radarbengkuluonline.id, Bengkulu – Suasana sekolah mendadak ramai tak seperti biasanya. Rabu pagi (18/6/2025), puluhan aparat, staf pemerintah daerah hingga siswa yang riang gembira menyambut tamu negara.
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Letjen TNI (Purn) Anto Mukti Putranto melakukan kunjungan mendadak ke Kota Bengkulu. Bukan untuk acara seremonial atau rapat kenegaraan, tapi meninjau langsung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang menjadi Program andalan nasional.
BACA JUGA:Korupsi Mega Mall Bengkulu Melebar, 3 Tersangka Baru Ditetapkan Termasuk Eks Pejabat BPN Kota
Didampingi oleh Asisten I Setda Provinsi Bengkulu Khairil Anwar, Danrem 041/Gamas Brigjen TNI Rachmad Zulkarnaen, serta sejumlah unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), mantan jenderal bintang tiga itu turun langsung ke lapangan.
Ia menelusuri dapur hingga kotak makan, memastikan setiap sendok nasi yang disantap siswa, benar-benar bergizi dan layak konsumsi.
BACA JUGA:Dinas PUPR Provinsi Bengkulu Segera Lakukan Titik Nol Pengerjaan Infrastruktur Jalan
Dapur Kodim Masih Kurang Kapasitas
Kunjungan pertama dilakukan ke dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik Badan Gizi Nasional (BGN) yang berdiri di atas lahan Kodim setempat. Putranto tak sekadar melihat dari kejauhan. Ia masuk ke dapur, mengecek kotak makanan, sistem distribusi, hingga mencicipi langsung menu makanan. Namun dari peninjauan itu, ia langsung memberikan catatan tegas.
“Saya lihat dapur ini baru bisa memproduksi 1.400 kotak makanan per hari, padahal kapasitas idealnya harus mencapai 3.500 kotak. Ini jadi catatan penting. Saya sudah minta BGN segera tindak lanjuti untuk meningkatkan kapasitasnya,” ujarnya.
BACA JUGA:Pejabat Eselon III di Provinsi Bengkulu Terlibat Siraman Uang Pemenangan Rohidin
Menurut Putranto, keberhasilan program MBG bukan hanya pada peluncuran, tapi pada konsistensi pelaksanaan dan distribusi yang merata. “Jangan sampai program bagus di atas kertas, tapi di lapangan anak-anak kita cuma dapat setengah porsi,” tambahnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
