Dr. HM Sasdi: DPK Terus Berupaya Tingkatkan Minat Baca: Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial
Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial, Satu Desa Satu Perpustakaan & TBM-Ist-
RADAR BENGKULU - Dalam upaya meningkatkan literasi dan minat baca masyarakat, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Bengkulu terus berupaya mengembangkan program perpustakaan berbasis inklusi sosial sosial, satu desa satu perpustakaan, Taman Bacaan Masyarakat (TBM) di berbagai wilayah. TBM hadir sebagai pusat belajar mandiri yang menjangkau masyarakat hingga ke pelosok desa, menyediakan akses bahan bacaan berkualitas dan edukatif secara gratis.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Bengkulu Dr. HM Sasdi, M.Pd menyampaikan bahwa Perpustakaan nasional dan DPKk selalu berikan pembinaan kepada penggiat literasi. Apakah itu penggiat perpustakaan SD, TK, SMP, SMA , perguruan tinggi, TBM (Taman Bacaan masyarakat), komunitas dll.
Tujuannya adalah agar terus melakukan kegiatan aktivitas dalam rangka peningkatan indeks literasi.
Ada program transformasi perpustakaan berbasis inkulsi sosial yang akan berikan kontribusi luar biasa bagi daerah. Khusus Bengkulu kita sdh punya Perda nomor satu tahun 2024 tentang keperpustaakaan. Juga ada Pergub nomor 30 tahun 2019 tentang satu desa satu perpustakaan .
Kita selalu upayakan, karena ini program nyata bagi desa dan kelurahan yang akan memberikan kontribusi kepada bangsa.
Lanjut Dr. HM Sasdi, soal TBM luar biasa di Bengkulu. PAUD bentuk TBM dan komunitas.
TBM merupakan bagian dari strategi literasi inklusif, yang menyasar anak-anak, remaja, hingga orang dewasa. "Kami ingin budaya membaca tumbuh dari rumah, sekolah, hingga komunitas. TBM menjadi ruang alternatif untuk belajar, berdiskusi, dan menggali pengetahuan," ujarnya.
Saat ini, sudah berdiri puluhan TBM binaan yang tersebar di berbagai kecamatan, dilengkapi dengan koleksi buku yang terus diperbarui, termasuk bacaan digital. Tak hanya itu, TBM juga rutin mengadakan kegiatan literasi seperti kelas menulis, dongeng anak, pelatihan keterampilan, hingga sosialisasi penggunaan literatur digital.
Dengan adanya TBM, diharapkan masyarakat semakin mudah mengakses ilmu pengetahuan dan menjadikan membaca sebagai bagian dari gaya hidup. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif mengelola dan memanfaatkan TBM sebagai pusat kegiatan belajar sepanjang hayat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
