Ini Dia Data dan Fakta Unik Nama-Nama Kelurahan di Kota Bengkulu (33)

Ini Dia Data dan Fakta Unik Nama-Nama Kelurahan di Kota Bengkulu (33)

Inilah lokasi posisi Pintu Batu itu dahulu-Azmaliar Zaros-

 

33. Kelurahan Pintu Batu

 

RADARBENGKULU.DISWAY.ID -  Kota Bengkulu adalah salah satu kolonial Inggris yang telah membuat Benteng Fort Marlborough. Kota   ini memiliki Muara Dua dan  Bumi Ayu. Tak hanya itu, daerah ini juga memiliki Panorama indah. Terutama bila kita melihat di Tanjung Ajung, Tanjung Jaya. Di daerah ini kita dapat melihat Semarang, Surabaya, Kampung Bali, Malabro, Sidomulyo, Padang Serai, Padang Jati, Betungan dengan leluasa.

Yang cukup menarik dilihat disini adalah Dusun Besar dengan Sawah Lebar  dan Sawah Lebar Baru yang sedang di Bajak petani. Sekarang daerah ini dipelihara dengan baik dan di Kandang dengan Kandang Limun, serta diberi Pagar Dewa. Kalau tidak demikian, Rawa Makmur, Rawa Makmur Permai, Pematang Gubernur bisa rusak Jitra yang bersejarah itu. Karena, di sana ada Jalan Gedang, Pondok Besi,  Pintu Batu, Tanah Patah yang memiliki Sumur Meleleh terus menerus.

Di Pondok Besi ini ada Padang Harapan yang di Tengah Padang-nya selalu Sukarami. Di sana penuh dengan Kebun  Roos, Kebun Keling, Kebun Geran, Kebun Dahri, Kebun Kenanga yang ramai dikunjungi wanita. Kebetulan, daerah ini berdekatan dengan Pasar Bengkulu, Pasar Baru, Pasar Melintang, Pintu Batu, Pekan Sabtu yang Sukamerindu-kan PengantunganPenurunan yang sekarang masih ada Berkas-nya.  

Rangkaian kalimat yang mengiringi kata bergaris  tebal atau hitam itu   merupakan pengantar dari sebagian nama dari 67 kelurahan di Kota Bengkulu yang unik. Kenapa nama kelurahan itu unik, wartawan RADARBENGKULU.DISWAY.ID, Azmaliar Zaros menurunkan laporannya secara bersambung setiap hari. Selamat membaca laporan SPEKTAKULER yang hanya satu-satunya ada di Indonesia dan mungkin juga di dunia.

Redaksi juga menerima masukan, kritik dan saran dari pembaca untuk kesempurnaan laporan ini. Pembaca juga bisa berpartisipasi menyumbang tulisan soal nama-nama unik tentang nama daerah, objek wisata dan lain-lain. Kritik, saran, tulisan dikirim ke email : [email protected]. Atau telepon/WA ke HP 0812 7930 6998. (*)

 


Inilah Kantor Lurah Pintu Batu-Azmaliar Zaros-

Pintu Batu, Pintunya Terbuat dari Batu 

 

Demikian juga halnya dengan Pintu Batu ini. Daerah ini juga termasuk salah satu nama kelurahan unik di Kota Bengkulu. Kelurahan ini termasuk dalam wilayah Kecamatan Teluk Segara. Ada apa ya sampai sampai dinamakan Pintu Batu? Bagaimana ceritanya? Ikuti saja tulisan eksklusif Wartawan RADARBENGKULU.DISWAY.ID berikut ini.

 

AZMALIAR ZAROS, Kota Bengkulu

 

DAERAH ini dinamakan Pintu Batu, kata mantan penghulu mudo Pintu Batu, Muhammad Saal, erat kaitannya dengan bangunan yang pintu dan pagarnya yang ada di daerah ini. Karena di daerah ini dahulu ada pintu gerbang yang terbuat dari batu.

BACA JUGA:Selasa, 16 Agustus 2022 Diagendakan Inspektorat Turun ke Desa Urai

Bangunan pintu yang dicor dengan semen dan pagar dari batu itu dibuat sekitar zaman Belanda. Sedangkan tahun pembuatannya ia sendiri tidak tahu karena sudah lama sekali. Dia memperkirakan sekitar tahun 1960.

BACA JUGA:Ini Dia Data dan Fakta Unik Nama-Nama Kelurahan di Kota Bengkulu (32)

'’Di daerah ini dahulu ada bangunan yang terbuat dari batu sehingga warga menyebutnya dengan nama Pintu Batu,’’jelas Muhammad Saal yang dihubungi  di rumahnya yang terletak di Jln.Merawan RT 27 No.37 RW 6 Sawah Lebar Bengkulu.

BACA JUGA:Gusnan Mulyadi: BUMN,BUMD Bantulah Program Pemerintah

Bangunan pintu yang terbuat dari batu itu, lanjut bapak yang rumahnya dahulu di belakang Sate Pak Liha Pintu Batu itu, lokasinya dahulu ada di pagar Unihaz Bengkulu sekarang. Pintu itu ada di jalur ke luar dan masuk ke dalam kompleks Unihaz Bengkulu sekarang ini.

Tinggi pintu yang terbuat dari batu dahulu, lanjut bapak yang juga Pemangku Pintu Batu tahun 1970 dan jadi Lurah Pintu Batu 1981 itu tinggi juga. Yaitu sekitar 4,5 meter dan lebarnya juga sebesar 4,5 meter. Selain itu, paparnya, pagarnya juga terbuat dari batu.

Hanya saja, katanya, bangunan yang ada di dalamnya waktu itu adalah bangunan untuk sekolah. Yaitu SPG, SGO.

Ketika ditanya kapan Pintu Batu itu dihancurkan, dia sendiri tidak tahu. Karena tidak sampai memperhatikannya setelah itu. ‘’Waktu saya jadi pemangku itu orang masih ada menyebut nama derah ini dengan nama Kampung Jawa. Tetapi yang menyebut Pintu Batu masih banyak lagi,’’ paparnya.

Lebih lanjut dikatakan, daerah ini dinamakan Pintu Batu sekitar tahun 1968, yaitu sejak dia diangkat jadi pemangku mudo.    Sedangkan sebelumnya lebih dikenal dengan Kampung Jawa. ‘’Waktu zaman pemangku mudo tahun 1970, daerah ini masih dikenal dengan nama Kampung Jawa karena di daerah ini dahulu kabarnya banyak orang Jawa,’’jelas bapak yang lahir di Jakarta tahun 1939 ini.

Namun kemudian, katanya, daerah ini lebih banyak disebut orang dengan nama Pintu Batu. Sehingga waktu daerah ini didefinitipkan jadi kelurahan dan masuk ke dalam Kotapraja Bengkulu atau ke Kota Bengkulu tahun 1981 daerah ini dikukuhkan dengan nama Kelurahan Pintu Batu. ‘’Sampai sekarang nama ini masih tetap disebut Pintu Batu,’’jelas Muhammad Saal yang waktu itu didampingi Ketua Adat Sawah Lebar, A.Latif Aini.

Kelurahan Pintu Batu ini memiliki luas sebanyak 11,1 hektare. Penduduknya menyebar di 4 Rukun Tetangga (RT ) dan 1 Rukun Warga (RW). 

Penduduk daerah ini didiami berbagai suku bangsa. Antara lain Minang, Jawa, Medan, Palembang, Bengkulu. Mata pencarian mereka juga bermacam-macam pula. Ada pedagang, PNS, buruh, perajin usaha rumah tangga.

Fasilitas yang ada di daerah ini antara lain Bank Bengkulu, Perguruan Tinggi Trisula.

Letak daerah ini, yaitu sebelah utara berbatasan dengan Kelurahan Pasar Melintang. Sebelah selatan berbatasan dengan Kelurahan Kebun Geran. Sebelah barat berbatasan dengan Kelurahan Pasar Melintang. Sebelah timur berbatasan dengan Kelurahan Tengah Padang. (*)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: