Inilah Riwayat Selingkar Tanah Bengkulu Tempo Dulu (4)

Ini Kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Kota Bengkulu yang terletak di Kelurahan Bentiring Permai-Azmaliar Zaros-
PENGANTAR REDAKSI:
Kota Bengkulu merupakan ibukota Provinsi Bengkulu. Kota yang memiliki nama kelurahan yang unik-unik itu juga memiliki riwayat tempo dulu. Apa itu? Yaitu, Selingkar Tanah Bengkulu Tempo Dulu. Bagaimana riwayatnya, silakan baca laporan khusus wartawan RADARBENGKULUONLINE.COM itu secara bersambung ini sampai tuntas.
Walaupun tulisan ini belum lengkap, setidaknya bisa jadi bahan masukan untuk semua pihak. Kalau pun ada kekurangan, ini bisa diperbaiki oleh tokoh masyarakat Bengkulu untuk menuju ke arah kesempurnaan. (*)
Maharaja Sakti Diminta Jadi Raja
RADARBENGKULUONLINE.COM - Setelah mendengar permintaan itu, Baginda Maharaja Sakti mengatakan sangat senang mendengar permintaan kepala-kepala suku di negeri ini. Dia mengucapkan seribu kali terima kasih . Karena, permintaan tersebut menjadi satu gunung intan.
Dia mengatakan, tiap-tiap kampung hendaklah ada kepalanya atau penghulunya. Tiap –tiap luak ada larasnya. Tiap-tiap negeri ada rajanya. Dan negeri Bangkahulu ini belum berdiri kerajaan.
Dia menyarankan suku-suku yang ada di Bangkahulu ini sepatutnya untuk cari seorang raja dari mereka tersebut. Maksudnya, kalau ada raja disini , dia bisa menyelesaikan perselisihan diantara kepala-kepala suku itu segera.
Sedangkan permintaan suku-suku yang menghendaki dirinya jadi raja di Bangkahulu, dia mengatakan orang seperti dia belumlah patut menjadi raja di kerajaan ini. Karena isyarat menjadi raja kerajaan itu amatlah banyak. Apalagi raja itu tidak dengan cukup syaratnya, niscaya rakyat di dalam negeri tidak yakin.
Selama ini, sesungguhnya tiap-tiap yang menjadi kerajaan di rantau Pulau Perca ini keluar dari alam Minang Kabau juga, dari Pagaruyung atau dari Sungai Tarab. Tetapi tak dapat tidak, hendaklah meminta dahulu kepada daulat Pagaruyung.
Jikalau sudah diperkenankan permintaanya kepada yang dipertuan ketika itu, dan mengizinkan bagian akan anak cucunya atau adik sanaknya dari Pagaruyung atau dari Sungai Tarab serta diberi dengan segala angkatan kerajaan sebagaimana adat alam Minangkabau menjadi tanda-tanda kerajaan turunan dari Sultan Maharaja Diraja daulat yang dipertuan di Pagaruyung maka dia juga belum tentu bisa mengabulkannya.
Karena, pekerjaannya belum selesai. Sebab, dia akan berangkat di sebelah selatan dan di sebelah timur untuk menyempurnakan pekerjaan yang masih belum selesai.
Dia menyarankan, jikal betul mau mendirikan raja kerajaan, sebaiknya segera pergi menghadap daulat yang dipertuan di Pagaruyung untuk menyampaikan maksud tersebut secara langsung.
Setelah selesai berkata –kata itu, maka Baginda Maharaja Sakti serta segala pengiringnya berangkat menuju ke ujung Pulau Perca sebelah selatan. Segala pasirah itu pun tinggallah dengan sedih karena bercerai dengan baginda itu.
Setelah baginda itu berangkat,maka keempat pasirah itu mufakat pula untuk berangkat ke alam Minang Kabau. (bersambung)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: