Penyaluran KUR di Provinsi Bengkulu hingga November 2024 Mencapai Rp 84,8 Miliar

Penyaluran KUR di Provinsi Bengkulu hingga November 2024 sudah mencapai Rp 84,8 miliar, namun tidak merata di setiap kabupaten.-poto ilustrasi-
Namun, kabupaten-kabupaten seperti Rejang Lebong (Rp4,75 miliar dengan 908 nasabah) dan Bengkulu Selatan (Rp4,72 miliar dengan 1.001 nasabah) menunjukkan angka penyerapan yang relatif rendah.
“Kami berharap jumlah nasabah KUR ini terus meningkat, terutama di daerah-daerah yang masih minim penyerapan,” tambah Irfan.
Di sisi lain, Irfan juga menyampaikan pencapaian realisasi belanja negara di Provinsi Bengkulu hingga 20 Desember 2024 yang mencapai Rp15,944 triliun. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan bulan sebelumnya.
“Capaian ini merupakan hasil kerja keras semua pihak, khususnya menjelang akhir tahun anggaran,” ungkapnya.
Belanja pemerintah pusat terealisasi sebesar Rp5,083 triliun atau 86,76 persen dari target, sementara Transfer ke Daerah (TKD) mencapai Rp10,861 triliun atau 98,20 persen. Pencapaian ini didukung oleh penyelesaian dokumen salur Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik hingga batas waktu pada 16 Desember 2024.
Meski begitu, tantangan masih ada. Realisasi DAK Fisik dan Dana Insentif Fiskal hingga kini masih berada di bawah 80 persen. Namun, ada progres positif dalam insentif fiskal. Empat pemerintah daerah, yakni Pemprov Bengkulu, Pemkab Bengkulu Selatan, Pemkab Rejang Lebong, dan Pemkab Lebong, menerima total Rp18,1 miliar pada tahap kedua.
Laporan kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Bengkulu per 30 November 2024 mencatat pendapatan daerah sebesar Rp8,912 triliun atau 66,94 persen dari target, sedangkan belanja daerah mencapai Rp9,281 triliun atau 67,35 persen dari pagu. Defisit APBD tercatat sebesar Rp368,78 miliar atau 79,10 persen dari pagu.
Namun, terdapat perbedaan data penyaluran TKD antara laporan APBN dan realisasi APBD. Laporan APBN mencatat penyaluran TKD sebesar Rp10,116 triliun, tetapi realisasi APBD hanya mencatat Rp8,158 triliun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: