Shockbreaker Motor Mati? Kenali Ciri-cirinya Sebelum Terlambat
Shockbreaker Motor Mati? Kenali Ciri-cirinya Sebelum Terlambat-Poto ilustrasi-
radar Bengkulu online - Kerusakan pada shockbreaker atau suspensi motor kerap dianggap sepele oleh sebagian pengendara. Padahal, komponen ini memiliki peran vital dalam menjaga kenyamanan sekaligus keselamatan saat berkendara. Shockbreaker yang sudah tidak berfungsi optimal atau “mati” dapat meningkatkan risiko kecelakaan, terutama saat melintasi jalan rusak atau bergelombang.
BACA JUGA:Ketua Umum PBNU Serukan Solidaritas untuk Iran dan Perkuat Komunikasi RI
Berikut sejumlah ciri yang perlu diwaspadai:
Motor Terasa Keras Saat Melintas Jalan Rusak
Pengendara akan langsung merasakan perbedaan ketika shockbreaker mulai rusak. Motor terasa lebih keras dan tidak mampu meredam getaran, sehingga guncangan dari jalan langsung diteruskan ke tubuh.
Muncul Bunyi Tidak Normal
Tanda lainnya adalah muncul suara “jeduk” atau bunyi kasar saat melewati polisi tidur atau jalan berlubang. Bunyi ini biasanya berasal dari komponen dalam shock yang sudah aus.
Terjadi Kebocoran Oli
Shockbreaker yang bocor oli menjadi indikasi kuat adanya kerusakan. Kebocoran ini menyebabkan fungsi peredam tidak bekerja maksimal.
Pantulan Berlebihan dan Tidak Stabil
Motor akan terasa memantul berlebihan setelah melewati jalan tidak rata. Kondisi ini membuat kendaraan sulit dikendalikan dan berpotensi membahayakan.
Ban Cepat Aus dan Tidak Merata
Kerusakan shockbreaker juga berdampak pada ban. Tekanan yang tidak stabil membuat permukaan ban cepat aus dan tidak merata.
Faktor Penyebab
Kerusakan shockbreaker umumnya disebabkan oleh usia pakai, sering melewati jalan rusak, membawa beban berlebih, serta minimnya perawatan berkala.
Imbauan
Pengendara disarankan untuk rutin melakukan pengecekan kondisi suspensi di bengkel. Jika ditemukan tanda-tanda kerusakan, segera lakukan perbaikan atau penggantian demi menjaga kenyamanan dan keselamatan berkendara.
Kesimpulan:
Shockbreaker yang mati bukan sekadar mengurangi kenyamanan, tetapi juga berpotensi membahayakan pengendara. Mengenali gejala sejak dini menjadi langkah penting untuk mencegah risiko yang lebih besar di jalan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
