Sejarah Kurban Berawal dari Ketaatan Nabi Ibrahim AS

Sejarah Kurban Berawal dari Ketaatan Nabi Ibrahim  AS

H. Mahmuda, S. Ag. M.H.I-Adam-radarbengkulu

radarbengkuluonline.id -- Para pembaca  rahimakumullah, tidak terasa hari ini kita sudah memasuki hari Jumat lagi. Untuk itu, redaksi sudah menyiapkan khutbah Jumat untuk pembaca semua. Judulnya, Sejarah Kurban Berawal dari Ketaatan Nabi Ibrahim  AS.

 

Materi ini ditulis oleh H. Mahmuda, S. Ag. M.H.I. Rencananya, materi ini akan disampaikan saat menjadi khatib shalat Jumat di Masjid Jami' Babussalam, Jalan P Natadirja KM.8 Kelurahan Jalan Gedang, Kecamatan Gading Cempaka,  Kota Bengku

 

Apa saja isi materi khutbahnya, silahkan dibaca langsung tulisannnya dibawah ini. Selamat membaca! Semoga ada manfaatnya bagi kita semua.

Jamaah Salat Jumat yang Dimuliakan Allah Swt

Kurban adalah Ibadah sunnah yang berarti binatang sembelihan. Seperti unta, sapi atau  kerbau, dan kambing yang disembelih pada ‘Idul Adha. 

Sejarah kurban dalam Islam ini cukup panjang. Sebab ada amanah dari Allah SWT yang dititipkan terlebih dulu kepada salah seorang Nabi utusan-Nya yaitu Ibrahim AS. 

 

Selain itu, Allah SWT juga telah mensyariatkan kurban dalam firman-Nya QS. Al-Kautsar (1-3) yang artinya : ''Sesungguhnya Kami telah memberimu (Nabi Muhammad) nikmat yang banyak. Maka, laksanakanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah! Sesungguhnya orang yang membencimu,  dialah yang terputus (dari rahmat Allah).''

Dirangkumkan bahwa kurban dalam Islam yang pertama kali oleh Nabi Ibrahim. Bermula dari mimpi Nabi Ibrahim. Sejarah awal dari Nabi Ibrahim AS. Yang saat itu mendapat mimpi menyembelih putra kesayangannya, yaitu Ismail. Setelah mendapat mimpi tersebut, Nabi  Ibrahim AS merasa bingung, tapi tidak lantas membenarkan dan tidak pula mengingkari. Sebab ia tahu mimpi itu dari Allah SWT.

 

Sebagai seorang hamba yang taat pada semua perintah Allah SWT, Nabi Ibrahim berupaya dan berdoa kepada Allah SWT agar dibérikan petunjuk atas mimpinya. Hasilnya, 'justru kembali mendapat mimpi yang sama hingga ketiga kali yaitu permintaan menyembelih Ismail yang saat itu masih berusia sekitar 7 tahun. 

Nabi Ibrahim AS segera menemui putranya dan menjelaskan tentang mimpinya itu yang menyembelih Ismail. Jawaban Ismail yang tertulis dalam Al Quran, ketika  memberi izin sang ayah menyembelih dirinya sesuai perintah Allah SWT yang artinya:

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: