Pos Duduk-Duduk Lengang, Warga Berbondong-bondong ke Festival Tabut

Pos Duduk-Duduk  Lengang, Warga Berbondong-bondong ke Festival Tabut

Pos Duduk-Duduk Lengang, Warga Berbondong-bondong ke Festival Tabut-M Sholihin-radarbengkulu

radarbengkuluonline.id - Suasana di berbagai Pos Duduk-duduk (PDK) di Jalan S Parman Padang Jati yang biasanya ramai dikunjungi warga untuk sekadar nongkrong dan berkumpul, terlihat sepi dan lengang selama berlangsungnya Festival Tabut  Bengkulu.

Tempat-tempat yang biasa menjadi pusat aktivitas santai masyarakat pada malam hari ini kehilangan pengunjungnya karena perhatian warga tertuju pada perayaan budaya yang sangat dinanti-nanti tersebut.

BACA JUGA:PDAM Gerak Cepat Atasi Masalah Pipa yang Rusak, Distribusi Air Kembali Lancar,



Festival Tabut yang merupakan tradisi turun-temurun masyarakat Bengkulu telah menyedot perhatian ribuan warga, baik dari dalam kota maupun daerah sekitar. Acara yang berlangsung selama 10 hari ini menjadi magnet utama yang menarik massa untuk berkumpul di area-area perayaan, meninggalkan tempat-tempat nongkrong favorit mereka.

"Biasanya di PDK ramai yang nongkrong anak anak muda. Tetapi semenjak ada festival tabut sepi kini, “ujar Adit pengunjung PDK.

BACA JUGA:Wawali Bengkulu Kunker ke Yogyakarta, Pelajari Strategi dan Praktik Pengelolaan Pariwisata



Kondisi serupa juga terlihat di beberapa PDK populer lainnya di Jln S Parman Kota Bengkulu ini. Warung-warung kopi dan kedai yang biasanya ramai pengunjung juga merasakan dampak berkurangnya aktivitas di area tersebut.

Sementara itu, Festival Tabut sendiri berlangsung meriah dengan berbagai rangkaian acara yang menarik perhatian masyarakat. Perayaan yang memadukan unsur budaya lokal dan nilai-nilai sejarah ini berhasil mengalihkan aktivitas sosial masyarakat dari rutinitas nongkrong biasa menuju partisipasi dalam acara budaya yang lebih besar.

BACA JUGA:Didampingi Walikota, Wamenpar dan Rombongan Kunjungi Objek Wisata Danau Dendam Tak Sudah



Para pemilik warung di sekitar PDK mengaku memahami situasi ini dan berharap setelah Festival Tabut berakhir, aktivitas di tempat-tempat nongkrong akan kembali normal seperti biasanya.

"Ini bagus juga. Artinya, masyarakat antusias dengan budaya kita. Semoga setelah Festival Tabut selesai, mereka balik lagi ke sini dengan cerita-cerita menarik dari Festival Tabut," kata Rio, pemilik warung kopi dan jus di salah satu PDK.

BACA JUGA:Gubernur Bengkulu Tinjau Rumah Korban Gempa di Betungan, Ada Apa Ya?

Festival Tabut yang merupakan warisan budaya Bengkulu ini memang selalu berhasil menyatukan masyarakat dalam satu perayaan besar, meskipun harus "mengorbankan" rutinitas nongkrong sehari-hari di berbagai PDK.

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: