Data Sakernas, Angka Pengangguran di Provinsi Bengkulu Merangkak Naik
Pengangguran di Bengkulu Naik, BPS: Banyak Lulusan Baru Belum Terserap Pasar Kerja-Poto ilustrasi-
RADAR BENGKULU – Jumlah angkatan kerja di Provinsi Bengkulu terus menunjukkan peningkatan, namun di sisi lain angka pengangguran juga ikut merangkak naik. Berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2025, tercatat 1.154.698 orang masuk dalam kategori angkatan kerja, naik 18.125 orang dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Dari jumlah itu, sebanyak 1.115.334 orang telah bekerja, sementara 39.364 orang lainnya masih berstatus pengangguran. Meski pertumbuhan ekonomi daerah menunjukkan tren positif, BPS menilai belum semua tenaga kerja baru terserap secara optimal.
BACA JUGA:Krisis BBM Masih Menghantui Bengkulu
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu Win Rizal mengatakan, angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) saat ini berada di 3,41 persen, atau naik tipis dibandingkan Agustus 2024.
“Secara persentase, kenaikan ini tidak terlalu besar, tetapi tetap menjadi catatan penting. Banyak lulusan SMA hingga perguruan tinggi yang belum terserap, ditambah beberapa perusahaan tambang yang habis masa izinnya,” ujar Win Rizal saat konferensi pers di kantor BPS Bengkulu, Rabu (5/11).
Menurut Win Rizal, dua faktor dominan yang memicu meningkatnya pengangguran adalah lonjakan lulusan baru dan berhentinya aktivitas beberapa perusahaan tambang. Kondisi tersebut menyebabkan ketidakseimbangan antara pertumbuhan tenaga kerja baru dengan ketersediaan lapangan pekerjaan.
“Pertumbuhan ekonomi memang naik, tetapi tidak semua sektor mampu menyerap tenaga kerja tambahan. Akibatnya, masih banyak yang menganggur meski ekonomi secara umum membaik,” ujarnya.
Meski demikian, BPS mencatat peningkatan jumlah penduduk bekerja di Bengkulu juga diiringi dengan naiknya Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) menjadi 71,78 persen, naik 0,07 persen poin dibanding tahun sebelumnya.
Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan masih menjadi tulang punggung utama dengan menyerap 44,84 persen tenaga kerja. Disusul Perdagangan Besar dan Eceran sebesar 16,73 persen, serta sektor Pendidikan sebesar 6,42 persen.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
