Pemkot Bengkulu Inisiasi Program Budidaya Maggot dan Lele untuk Atasi Sampah
Pemkot Bengkulu Inisiasi Program Budidaya Maggot dan Lele untuk Atasi Sampah-Riski/MC-Radar Bengkulu
radarbengkuluonline.id - Pemerintah Kota Bengkulu tengah memperkuat penanganan sampah melalui program pemberdayaan masyarakat yang menggabungkan budidaya maggot dan ikan lele di setiap kelurahan.
Rencana kerja sama dengan Yayasan Bina Hijau Mandiri ini dirancang untuk mengurangi penumpukan sampah di TPA Air Sebakul melalui penerapan konsep ekonomi sirkular.
"Kita benar-benar menggunakan biaya minim karena pakan lele berasal dari sampah yang diolah menjadi Maggot hanya dalam waktu tiga minggu," ujar Pemateri Bina Usaha Mandiri. Dengan sistem ini, warga tidak perlu lagi bergantung pada pakan pabrikan yang mahal karena pakan sudah tersedia secara mandiri dari hasil olahan sampah organik rumah tangga.
Setiap rumah tangga sasaran nantinya akan mendapatkan bantuan berupa kolam bioflok serta sekitar 1.000 ekor benih lele beserta peralatan pendukungnya. Program ini diproyeksikan mampu menghasilkan sekitar 250 kg ikan lele per bioflok dalam waktu singkat, yang juga bisa diolah menjadi produk bernilai tambah seperti abon, nugget, hingga ikan fillet.
"Kami ingin sampah organik tidak lagi menjadi beban, tapi menjadi solusi bagi warga yang ingin beternak lele," ujar Kepala Dinas Perikanan, Will Hopi. Selain memberikan manfaat ekonomi langsung, inisiatif ini diperkirakan dapat menyerap sekitar 12 tenaga kerja di setiap rumah produksi tingkat kelurahan.
Walikota Bengkulu Dr Dedy Wahyudi SE MM menegaskan bahwa keberhasilan program di tiap wilayah akan dievaluasi secara menyeluruh pada akhir tahun 2026 mendatang. Sebagai bentuk apresiasi, lurah yang paling sukses menjalankan program ini dijanjikan hadiah ibadah Umroh serta peluang kenaikan jabatan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
