Dua Hal yang Membatalkan Puasa
Tengku Ritonga-Adam-radarbengkulu
radarbengkuluonline.id -- Para pembaca rahimakumullah, tidak terasa hari ini kita sudah memasuki hari Jumat lagi. Untuk itu, redaksi sudah menyiapkan khutbah Jumat untuk pembaca semua. Judulnya, Dua Hal yang Membatalkan Puasa.
Materi ini ditulis oleh Ustadz Tengku Ritonga. Rencananya, materi ini akan disampaikan saat menjadi khatib shalat Jumat di Masjid Besar Al-Amin, Jalan RE Martadinata Kelurahan Kandang, Kecamatan Kampung Melayu, Kota Bengkulu.
Apa saja isi materi khutbahnya, silahkan dibaca langsung tulisannnya dibawah ini. Selamat membaca! Semoga ada manfaatnya bagi kita semua.
Hadiri jamaah yang dimuliakan Allah
Alhamdulillah kita sudah berada di bulan yang mulia. Yaitu penghulu segala bulan. Yakni bulan yang ditunggu- tunggu ummat Islam. Yaitu bulan Ramadan. Bulan yang siang malam penuh ampunan .
Di dalam hadist dijelaskan tentang di siang Ramadan penuh ampunan. Siapa puasa di bulan Ramadan karena Allah, maka Allah ampuni dosa dosanya dari tahun yang lalu sampai sekarang. Begitu juga malamnya.
Rasul bersabda, barang siapa salat di malam Ramadan karena Allah, maka Allah mengampuni dosanya dari tahun yang lalu sampai sekarang. Namun, dosa mana yang diampuni oleh Allah? tentu dosa kepadanya. Tapi kalau dosa sesama manusia, kita harus saling memaafkan.
Hadirin jamaah yang dimuliakan Allah SWT
Karena itu, kita sebagai umat yang beriman, mari kita saling memaafkan. Supaya dosa antara kita terhapus dan dosa kepada Allah pun terhapus, maka kitapun menjadi bersih. Karena tujuan puasa itu ialah untuk membentuk manusia itu semakin bertaqwa. Maka, salah satu ciri ciri orang yang bertaqwa itu adalah wal'afina aninnas (memaafkan kesalahan manusia). Yakni dosa antara manusia.
Hadirin jamaah yang dimuliakan Allah SWT
Puasa itu mempunyai makna, yaitu menahan yakni menahan segala yang membatalkan pahala puasa dan menahan segala yang membatalkan puasa.
Kalau yang membatalkan puasa itu jelas nampak dan banyak yang bisa menahannya seperti makan,minum, hubungan suami istri di siang hari dengan sengaja. Tapi kalau tidak sengaja, yakni lupa, tidak batal.Karena kata rasul, "apabila kamu lupa, lalu makan dan minum setelah itu sadar, teringat bahwa hari ini puasa,kata rasul lanjutkan puasamu. Karena yang termakan itu adalah rezki kamu, tapi dengan catatan betul -betul lupa.
Namun banyak manusia tidak bisa menahan tentang yang membatalkan pahala puasa. Seperti ucapan ghibah, omongi orang dan lainnya,lalu apa bedanya membatalkan puasa dengan yang membatalkan pahala puasa?
Kalau yang membatalkan puasa, seperti makan sengaja, jelas puasanya batal. Pahala tidak ada. Sedangkan yang membatalkan pahala puasa, puasanya sah tapi tak ada pahalanya hanya sekedar menggugurkan kewajiban,karena itulah kata rasul berapa banyak manusia itu tidak mendapatkan sesuatu dari puasanya kecuali hanya mendapatkan lapar dan haus.
Hadirin jamaah yang dimuliakan Allah SWT
Mudah -mudahan kita semua bisa menahan segala apa yang membatalkan puasa dan apa yang membatalkan pahala puasa, sehingga kita semua mendapat ampunan dari Allah Swt.
Dan semoga kita semua semakin bertaqwa kepada Allah Aamiin Aamiin Amiin ya robbal'alamiin alamin.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
