Ramadan dan Salat Berjamaah: Menguatkan Iman dan Menghidupkan Masjid
Dr. H. Henderi Kusmidi, M.H.I-Adam-radarbengkulu
radarbengkuluonline.id -- Para pembaca rahimakumullah, tidak terasa hari ini kita sudah memasuki hari Jumat lagi. Untuk itu, redaksi sudah menyiapkan khutbah Jumat untuk pembaca semua. Judulnya, Ramadan dan Salat Berjamaah: Menguatkan Iman dan Menghidupkan Masjid.
Materi ini ditulis oleh Ustadz Dr. H. Henderi Kusmidi, M.H.I . Ia adalah dosen UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu dan Imam Masjid Besar Jami’ Babussalam Bengkulu. Rencananya, materi ini akan disampaikan saat menjadi khatib shalat Jumat di Masjid Masjid Jami’ Sukarno Kota Bengkulu.
Apa saja isi materi khutbahnya, silahkan dibaca langsung tulisannnya dibawah ini. Selamat membaca! Semoga ada manfaatnya bagi kita semua.
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي جَعَلَ شَهْرَ رَمَضَانَ مَوْسِمًا لِلْإِيْمَانِ وَالطَّاعَاتِ، وَشَرَعَ لَنَا فِيْهِ الصِّيَامَ وَالْقِيَامَ، وَرَغَّبَنَا فِي الصَّلَاةِ جَمَاعَةً لِنَتَآلَفَ وَنَتَرَاحَمَ وَنَتَقَوَّى عَلَى طَاعَتِهِ
نَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ وَنَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَنَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، الَّذِي حَثَّ عَلَى الصَّلَاةِ فِي الْمَسْجِدِ، وَجَعَلَهَا سَبَبًا لِرَفْعِ الدَّرَجَاتِ وَتَكْفِيْرِ السَّيِّئَاتِ
أَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ اللَّهِ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللَّهِ وَقَالَ اللَّهُ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: يَآأَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا اتَّقُوْا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ، وَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: اِتَّقِ اللَّهَ حَيْثُمَا كُنْتَ وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ
Jamaah salat Jumat yang dirahmati Allah SWT
Puji dan syukur selalu kita panjatkan kehadirat Allah atas segala macam nikmat yang tidak terhitung kadar dan jumlahnya, yang terus menerus dan tidak pernah terputus. Begitupun seharusnya kita tidak pernah berhenti untuk bersyukur dengan selalu meningkatkan kualitas dan kuantitas iman kepada Allah SWT.
Shalawat dan salam kepada junjungan kita, teladan hidup dan role model kita baginda kita Nabi agung Muhammad SAW. yang telah membawa obor kebenaran dan risalah Islam sebagai dasar hidup kita dalam meraih keselamatan hidup di dunia wal akhirat.
Jamaah yang dirahmati Allah
Ramadan adalah bulan kebangkitan iman. Di bulan ini, hati lebih mudah tersentuh, doa lebih sering terucap, dan masjid lebih ramai. Namun pertanyaannya, apakah keramaian masjid itu hanya di awal Ramadhan? Ataukah terus terjaga hingga akhir? Salah satu amalan besar yang sering kita remehkan adalah salat berjamaah. Padahal Rasulullah SAW bersabda:
صَلَاةُ الْجَمَاعَةِ أَفْضَلُ مِنْ صَلَاةِ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً
“Salat berjamaah lebih utama daripada salat sendirian dengan dua puluh tujuh derajat.”(HR. Bukhari dan Muslim)
Dua puluh tujuh kali lipat. Bayangkan jika itu dikalikan dengan pahala Ramadan yang dilipatgandakan. Betapa besar ganjarannya.
Ramadan Momentum Menghidupkan Masjid
Allah SWT berfirman:
إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ
“Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir serta mendirikan salat.” (QS. At-Taubah: 18)
Memakmurkan masjid bukan sekadar membangunnya. Tetapi menghidupkannya dengan salat, zikir, tilawah, dan doa. Ramadan adalah kesempatan emas untuk kembali akrab dengan masjid. Jika di luar Ramadan kita sibuk dengan dunia, maka di Ramadan Allah panggil kita lima kali sehari ke rumah-Nya.
Keutamaan Langkah ke Masjid
Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ تَطَهَّرَ فِي بَيْتِهِ، ثُمَّ مَشَى إِلَى بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ، لِيَقْضِيَ فَرِيضَةً مِنْ فَرَائِضِ اللَّهِ، كَانَتْ خَطْوَتَاهُ إِحْدَاهُمَا تَحُطُّ خَطِيئَةً، وَالْأُخْرَى تَرْفَعُ دَرَجَةً
“Barang siapa bersuci di rumahnya, kemudian berjalan menuju salah satu rumah Allah untuk menunaikan kewajiban, maka satu langkahnya menghapus dosa dan langkah lainnya mengangkat derajat.” (HR. Muslim)
Setiap langkah ke masjid adalah penghapus dosa. Bayangkan dalam sehari lima kali kita melangkah. Berapa dosa yang Allah gugurkan? Berapa derajat yang Allah angkat?
Jamaah yang dirahmati Allah
Salat berjamaah bukan hanya soal pahala pribadi. Ia juga membangun kebersamaan. Di dalam shaf tidak ada perbedaan kaya dan miskin. Tidak ada jabatan. tidak ada status sosial. Semua berdiri sejajar di hadapan Allah. Ramadhan mengajarkan kita persaudaraan. Saat berbuka bersama, saat tarawih bersama, saat sahur bersama, hati menjadi lebih lembut. Masjid yang hidup adalah tanda hidupnya iman masyarakat.
Jamaah sekalian, coba kita renungkan! Di hari kiamat nanti ketika semua manusia gelisah, ketika matahari begitu dekat, ketika amal ditimbang. Masjid yang dulu sering kita datangi akan menjadi saksi. Apakah ia menjadi saksi yang membela kita? Ataukah ia menjadi saksi yang menuntut kita karena jarang kita kunjungi? Rasulullah SAW bersabda tentang tujuh golongan yang mendapat naungan Allah di hari kiamat, salah satunya adalah:
وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ بِالْمَسَاجِدِ
“Dan seseorang yang hatinya selalu terpaut dengan masjid.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Mari jadikan Ramadan sebagai titik balik. Jika selama ini salat masih sendiri, mari mulai berjamaah. Jika selama ini masjid terasa jauh, mari dekatkan diri. Jika selama ini malas melangkah ke masjid, mari lawan diri kita. Karena Ramadan tidak lama, dan kesempatan belum tentu datang dua kali. Semoga setelah Ramadan berlalu, masjid tetap ramai. Bukan hanya di bulan suci, tetapi sepanjang tahun. Semoga khutbah ini bermanfaat dan selalu dalam keberkaha-Nya. Aamiin.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْر الْحَكِيْمِ وَتَقَبَلَّ اللهُ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ، أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْمِ
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
