Pilar-Pilar Beribadah

Pilar-Pilar Beribadah

Ustadz Ahmad Sidik, S.Mn-Adam-radarbengkulu

radarbengkuluonline.id -- Para pembaca  yang dimuliakan Allah Swt, tidak terasa hari ini kita sudah memasuki hari Jumat  lagi. Untuk itu, redaksi sudah menyiapkan khutbah Jumat untuk pembaca semua. Judulnya, Pilar-Pilar Beribadah.


Materi ini ditulis oleh Ustadz Ahmad Sidik, S.Mn. Rencananya, materi ini akan disampaikan saat menjadi khatib shalat Jumat di Masjid  Nurul Yaqin, Jalan Setia Negara Kelurahan Kandang Mas, Kecamatan Kampung Melayu, Kota Bengkulu. 


Apa saja isi materi khutbahnya, silahkan dibaca langsung tulisannnya dibawah ini. Selamat membaca! Semoga ada manfaatnya bagi kita semua.



Hal yang terpenting di dalam kehidupan ini adalah bagaimana seorang hamba menegakkan peribadatannya kepada Allah SWT, ibadah yang sejati, ibadah yang sebenar-benarnya ibadah. Menegakkan peribadatan ini, merupakan misi dakwah para nabi dan para rasul.

Sungguh Allah SWT telah mengutus pada setiap umat seorang rasul agar supaya orang-orang tersebut beribadah, agar supaya para rasul menyuruhkan umatnya beribadah kepada Allah SWT.


Allah SWT memuji para nabi dan para rasul dengan sifat-sifat penghambaan yang mendekatkan diri mereka kepada Allah SWT. Seluruh nabi dan rasul dipuji oleh Allah SWT dengan satu sifat. Yaitu sifat sebagai seorang hamba.


Peribadatan kepada Allah SWT, ini adalah puncak yang dituntut dan dicari oleh setiap muslim yang ingin mendapatkan kebahagiaan. Peribadatan kepada Allah SWT, itulah hakikat dari keberuntungan dan keberhasilan.

Oleh karena itu, siapa yang  mendapatkan kelezatan peribadatan ini, maka dia pasti mendapat keindahan dan kebahagiaan di syurga kelak dikemudian hari. Dan sebelum dia masuk ke syurga di akhirat, dia telah merasakan syurga di dunia, dengan kenikmatan ibadah kepada Allah SWT.


Maka Ibnul Qayyim r.a. beliau menjelaskan, beliau menyebut bahwa ada enam perkara pokok yang hendaknya dihadirkan oleh seorang hamba.


Pilar Yang Pertama Dalam Beribadah,
Bagi siapa yang ingin menegakkan ibadah kepada Allah SWT, harusnya dihadirkan di dalam dirinya suatu keikhlasan kepada Allah SWT. Dia harus ikhlas dalam melakukan setiap ibadahnya, dia ikhlas menegakkan ibadah itu hanya untuk Allah SWT. Bukan mengharapkan sanjungan manusia. Karena, Allah SWT hanya menerima ibadah yang ikhlas.
 
Pilar Yang Kedua Dalam Beribadah,
Dia menghadirkan posisi kejujuran, jenjang kejujuran, dan jenjang nasehat. Nasihat itu adalah seseorang yang mengikhlaskan sesuatu pada hal yang dia maksudkan. Dia bersungguh-sungguh di dalamnya, menegakkan kebaikan yang merupakan hal sesuatu itu, inilah yang dikatakan sebagai nasihat.


Maka bentuk nasihat di dalam suatu ibadah, hendaknya ada kejujuran di dalam melakukan suatu ibadah tersebut. Betul-betul ia mencurahkan segala kekuatannya, ia mengerahkan segala perhatiannya di dalam menyempurnakan ibadah itu kepada Allah SWT.

Apakah itu di dalam salat, dia punya kesungguhan, bagaimana di dalam salat itu dia sempurnakan dari sisi rukun-rukunnya, kewajiban-kewajibannya, dan dengan sunnahnya. Dan dia memperhatikan kekhusukannya hanya kepada Allah SWT.

Pilar Yang Ketiga Dalam Beribadah,
Hendaklah seseorang meniru dan mencontoh baginda Rasulullah SAW pada setiap ibadah yang dilakukan. Pelaksanaan dari ibadah tidak akan diterima kecuali dilakukan berdasarkan tuntunan dan contoh dari Rasulullah SAW.

Pilar Yang Keempat Dalam Beribadah,
Hendaklah dia menghadirkan ikhsan, Rasulullah SAW mengajarkan kepada seorang hamba posisi yang tinggi di dalam peribadatan. Yaitu dia diposisi “ikhsan”, dan posisi ikhsan ada dua tingkatan ;


Posisi ikhsan yang ini adalah posisi yang lebih tinggi adalah ketika dia beribadah kepada Allah SWT, seakan-akan ia melihat Allah SWT. dikarenakan rasa cinta didalam hatinya sangat besar kepada Allah SWT dan rasa takutnya (dalam mengingkari larangan Allah SWT) yang sangat dahsyat.

Hal inilah yang menyebabkan ia sangat dekat kepada Allah SWT, dan ketika ia melakukan ibadah itu seakan-akan melihat Allah SWT.

Pilar Yang Kelima Dalam Beribadah,
Jenjang yang hendak dibangun oleh seorang muslim adalah bersyukur. Bahwasanya di dalam setiap ia beribadah hendaklah ditegakkan semata-mata itu merupakan Anugrah dari Allah SWT, maka dia bersyukur terhadap Nikmat Allah SWT yang dapat menunjukkan kepadanya jalan-jalan ibadah tersebut.

Memperlihatkan kepadanya apa yang mendekatkannya kepada Allah SWT, sehingga dia bersyukur hanya kepada Allah SWT.

Pilar Yang Keenam Dalam Beribadah,
Hal ini berlaku bagi seluruh ibadah lainnya, yakni hendaklah dalam melakukan ibadah seorang hamba menghadirkan bahwa dia (merasa) selalu kurang dalam melakukan ibadah. Sebab, apapun yang dilakukan seorang hamba dalam melakukan ibadah tersebut pasti ada kekurangan, dimana dia sebagai seorang manusia yang pasti tak luput dari suatu kekurangan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: